AIRLANGGA: Tak Ada Perubahan Data Penerima Bansos

- Penulis

Jumat, 2 Februari 2024 - 00:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Foto: Istimewa]

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Foto: Istimewa]

SuarIndonesia — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tak ada perubahan data penerima bantuan sosial (bansos) periode Januari hingga Februari 2024.

Airlangga juga menyatakan pemberian bansos itu juga menggunakan anggaran dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Tidak ada perubahan, karena semua anggarannya anggaran di Kemensos, menggunakan anggaran Kemensos,” kata Airlangga usai pertemuan dengan Forkopimda Sulawesi Selatan di Rumah Dinas Gubernur Sulsel, Kamis (1/2/2024).

Airlangga menyebut data penerima bansos itu sudah merujuk pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah dipadukan.

“Data kan kita sudah ada data Susenas dan data DTKS dari TNP2K di Kantor Kemenko PMK. Jadi sebetulnya datanya sudah padu padan dan sudah dikonsolidasikan,” ucap dia.

Sebelumnya, Politikus PDIP Aria Bima menyebut pemerintah tak menggunakan data Kemensos dalam pembagian bansos periode Januari hingga Februari 2024.

“Data validasi bansos yang dimiliki oleh Kemensos, yang selalu diperbaiki oleh Kemensos, ini infonya tidak dipakai dalam penyebaran atau pembagian bansos yang bulan Januari Februari ini,” kata Aria di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Rabu (31/1/2024).

Kata Aria, informasi itu didapatkan langsung dari Menteri Sosial Tri Rismaharini. Risma mengungkap pemerintah menggunakan data dari Kemenko PMK dalam pembagian bansos tersebut.

“Yang disampaikan, yang dipakai adalah data dari Menko PMK yang itu adalah data-data yang di-collect sebagian dari Kemensos tapi sebenarnya kurang tervalidasi dari periodik,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy membantah pembagian bansos periode Januari hingga Februari 2024 menggunakan data kementeriannya.

Ia menyebut pemerintah dalam pembagian bansos tetap menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca Juga :   BANK KALSEL Hadirkan Tabungan Valas, Layani Nasabah di Tiga Kantor Cabang

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga mendistribusikan bansos tersebut melalui Kemensos. Adapun distribusi itu dilakukan langsung oleh Basarnas.

“Tidak benar itu. Untuk PKH dan BLT Elnino tetap menggunakan DTKS. Bantuan cadangan pangan (beras) saja yang menggunakan data P3KE,” kata Muhadjir dilansir CNNIndonesia, Kamis (1/2/2024).

Kemenkeu: Pakai Data Kemensos
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa bantuan langsung tunai (BLT) menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial (Kemensos).

“(Pakai) DTKS Kemensos,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro kepada CNNIndonesia, Kamis (1/2/2024).

BLT adalah bansos terbaru yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bagi masyarakat tidak mampu. Nilainya Rp200 per bulan untuk periode Januari, Februari, Maret.

Bansos itu nantinya diberikan sekaligus yakni langsung Rp600 ribu dan rencananya cair pada bulan ini. Kendati, belum ada tanggal pastinya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya juga mengungkapkan anggaran bansos BLT akan menggunakan APBN dan penyaluran menggunakan data Kemensos.

“Menunggu dari Kemensos untuk urusan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) nya, dan penggunaan datanya dan appointment terhadap cost nya,” jelas Sri Mulyani, Senin (29/1/2024). [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal
PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
MULAI 15 Oktober 8.000 KDKMP Dipantau
JELANG WAJIB HALAL, BPJPH Sediakan Gratis Sertifikasi Halal UMKM
OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka
DISIAPKAN Formula Tarif Pengantaran Barang dan Makanan
DITENGAH BENCANA KARHUTLA, KPK OTT Pejabat BNPB
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:44

TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30

JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22

MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:11

ENAM Pelajar Palangka Raya Paparkan Inovasi Penyaring Air Gambut ke DPD RI

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca