Suarindonesia – Waspada ! dan harus dingat bersama untuk antisipasi serta diberatas namanya narkotika.
Perkembangan penyalahgunaan narkotika di tahun 2019 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pernah berada diurutan ke 9 Nasional dengan 57.723 penyalahguna atau prevalensi sebesar 1,3 persen.
”Untuk tahun 2025 ada lagi tapi belum dimulai. Akan tetapi sudah mulai dari tim pusat datang ke sini ya,” ucap Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Kalimantan Selatan, Rakhmadiyansyah, S.Kep, saat dijumpai awak media usai peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2025di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, dihadiri berbagai unsur masyarakat, instansi pemerintah, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Kamis (26/6/2025) malam.
Ia menambahkan penyalahgunaan paling banyak menyerang kalangan remaja dengan faktor utama adalah lingkungan pergaulan, terutama dari teman sebaya.
Karena itu, BNN memiliki program nasional “Teman Sebaya dan Soft Skill” yang menyasar pelajar dan mahasiswa agar mereka memiliki kemampuan menolak ajakan menggunakan narkoba.
“Kami memberikan pelatihan kepada pelajar dan mahasiswa untuk membekali mereka dengan keterampilan menolak ajakan yang berisiko, serta memperkuat karakter dan kemandirian dalam pergaulan,” pungkasnya.
Sisi lain , Pemerintah Provinsi Kalsel, mengajak semua kalangan kebersamaan dan tekad melawan bahaya Narkotika.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso S.Sos MS.i, menyampaikan bahwa peringatan HANI tahun ini menjadi momentum penting dalam mengatasi permasalahan narkotika, baik di Banua maupun di Indonesia secara keseluruhan.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan banyak kasus peredaran gelap narkoba berhasil diungkap, dengan barang bukti luar biasa besar dan melibatkan jaringan lintas negara.
Ini dibuktikan bahwa kejahatan Narkotika adalah kejahatan luar biasa, yang menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup bangsa,” ujarnya
Lebih lanjut, menekankan pentingnya tindakan kolektif dalam melawan narkotika, tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga lewat upaya pencegahan dan rehabilitasi.
“Masalah narkoba ini akan terus menggerogoti bangsa dari generasi ke generasi jika tidak kita hentikan.
Ini bisa menjadi ancaman terbesar bagi bonus demografi Indonesia pada tahun 2045,” tegasnya.
Mengusung tema nasional “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba melalui Pencegahan dan Rehabilitasi Menuju Indonesia Emas 2045”, acara menjadi ajakan terbuka bagi semua elemen masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga generasi muda agar tetap sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkoba.
Untuk itu gubernur mengajak seluruh masyarakat Kalsel untuk menjadi garda terdepan dalam edukasi, menghapus stigma terhadap korban, serta mendukung program rehabilitasi yang menyatukan kembali mereka ke dalam lingkungan sosial.
“Kita harus kerja bersama. Narkotika tidak bisa dikalahkan oleh satu lembaga saja. Ini adalah tanggung jawab kita semua pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, media, tokoh masyarakat, dan keluarga.” ucapnya.
Peringatan HANI 2025 diharapkan menjadi titik tolak gerakan bersama melindungi generasi muda Banua dari bahaya narkotika, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang sehat, tangguh, dan bermartabat.
Acara juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni teaterikal dan pemberian penghargaan P4GN tahun 2025 kepada 15 penerima.
Yakni Dit Resnarkoba Polda Kalsel, Kasi Narkotika Kejati Kalsel, Diskominfo Kalsel, Dinas Perhubungan Prov Kalsel, RSJ Sambang Lihum, Biro Umum Prov Kalsel, RRI Kalsel, RSUD Datu Sanggul, Lurah Kelayan Luar, Lurah Alalak Tengah, Angkasa Pura, Pellindo III, Sinar Alam Duta Perdana, Patra Niaga dan Politeknik Negeri Banjarmasin. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















