SuarIndonesia – Sampah yang terkumpul dari penukaran dengan sembako di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kabupaten Banjar, mencapai hampir 2 ton, Minggu (9/8/2026).
Warga didominasi wanita membawa sampah plastik yang barang di rumahnya yang sudah tak terpakai seperti panci (tempat merebus air), rinjing (wajan), buku, kompor bekas dan berbagai jenis plastik.
Program tukar sampah dengan sembako bagian kegiatan Green Action yang digelar DLH Kalsel bekerjasama dengan Kalangan pers banua dalam rangka memperingati Harjad Kalsel ke 76 dan Harjad Kabupaten Banjar sekaligus memperingati HUT RI.
Dalam kegiatan green action digelar tiga kegiatan sekaligus.
Pertama kerja bakti atau korve membersihkan sampah, tukar sampah dengan sembako, serta penanaman pohon sebanyak 600 bibit seperti Mahoni, tabebuya dan trembesi.
Kepala DLH Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan dengan kegiatan green action ini adalah aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memiliki nilai sosial membantu masyarakat dengan menukarkan sampah jadi sembako khususnya warga di pedesaan.
“Kami juga berharap dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, menjaga kelestarian alam, memperbaiki kualitas udara serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman bagi generasi mendatang,” kata Rahmat.
Kegiatan juga sebagai langkah awal untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi dan mengelola sampah, serta merawat pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat juga menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta melalui program kepedulian sosial (charity).
“Jika ada 15 ribu perusahaan di Kalsel yang setiap bulan menyisihkan Rp 1 juta untuk program sembako berbarter sampah, Kalsel akan bersih, warga tidak kekurangan pangan, dan roda ekonomi berjalan,” paparnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















