DUKUNGAN Udara dalam Penanganan Karhutla

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Helikopter water bombing berupaya memadamkan kebakaran lahan di Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (11/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Helikopter water bombing berupaya memadamkan kebakaran lahan di Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (11/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

SuarIndonesia — Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan dukungan dari udara hingga saat ini masih menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dukungan udara menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama ketika api sulit dijangkau melalui jalur darat,” jelas Kepala Dishut Kalteng Agustan Saining di Palangka Raya, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih mengandalkan dukungan udara untuk mempercepat penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

Saat ini terdapat tiga helikopter pengebom air atau water bombing yang masih mendukung operasi pemadaman karhutla di lapangan.

“Water bombing masih tiga helikopter yang membantu kita dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB). Ada juga satu helikopter patroli,” jelas Agustan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, saat ini untuk mendukung penanganan karhutla tersedia satu helikopter patroli, tiga helikopter water bombing, serta satu unit pesawat cessna yang bisa digunakan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) maupun patroli. Adapun masih terdapat satu helikopter waterbombing lagi, namun saat ini masih dalam perawatan.

Berbagai upaya pemadaman karhutla dengan dukungan dari udara telah dilakukan, di antaranya di wilayah Kecamatan Sebangau Kuala Kabupaten Pulang Pisau (11/8) dengan kejadian mencapai empat hektare. Dalam penanganan ini, helikopter water bombing menggunakan hingga 84.000 liter air.

Selain itu helikopter water bombing juga mendukung upaya penanganan karhutla di Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang Kabupaten Kotawaringin Timur (11/8) dengan luas terbakar mencapai empat hektare, dan water bombing dilakukan mencapai 108.000 liter air.

Foto udara kebakaran lahan di dekat permukiman warga di Kota Palangka Raya. (Foto: Dok BPBD Kota Palangka Raya)

Pemadaman karhutla dekat permukiman

Sementara itu, dilansir dari Antara, BPBD Kota Palangka Raya, Kalteng, memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar permukiman warga guna mencegah api meluas ke rumah penduduk.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi di Palangka Raya,  mengatakan bahwa personel bersama tim gabungan terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan memastikan kobaran api dapat dilokalisasi, terutama ketika titik kebakaran berada tidak jauh dari kawasan permukiman.

“Lokasi yang berdekatan dengan permukiman menjadi prioritas karena kami harus memastikan api tidak menjalar dan membahayakan rumah warga,” katanya.

Baca Juga :   KUALITAS Udara Kotim Masuk Level Berbahaya

Hingga saat ini BPBD bersama tim gabungan telah memadamkan kebakaran lahan dekat permukiman seperti di kawasan Kelurahan Petuk Ketimpun, Jalan Gurame, Jalan Tjilik Riwut Km 10,5 yang masuk Jalan Bumi Tegal Sari, serta Jalan Gustaf Erang.

BPBD Kota Palangka Raya bersama unsur terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi karhutla. Patroli dan penanganan dini dilakukan untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

Foto udara kondisi karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur beberapa waktu lalu (30/7/2026). (Foto: HO-BPBD Kotim)

Tingkatkan kesiapsiagaan hadapi potensi karhutla

Bupati Kotim, Kalteng Halikinnor meminta seluruh jajaran pemerintah termasuk camat, lurah, dan kepala desa (kades) untuk meningkatkan kesiapsiagaan siaga di wilayah masing-masing terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Camat, lurah dan kepala desa, saya minta standby di wilayah masing-masing. Lakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama di daerah yang rawan terjadi karhutla,” kata Halikinnor di Sampit.

Bupati menegaskan instruksi tersebut menyikapi meningkatnya intensitas karhutla di sejumlah wilayah di Kotawaringin Timur. Karhutla mulai menimbulkan kabut asap yang mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi.

Halikinnor menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan dan Kekeringan terhitung sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026.

Dalam kondisi tersebut, seluruh jajaran pemerintah di tingkat wilayah diingatkan untuk tidak meninggalkan tempat tugas, sebagai antisipasi terjadinya karhutla. Selanjutnya, para camat hingga kepala desa diminta meningkatkan pemantauan terhadap potensi karhutla di wilayah masing-masing.

“Semua pihak diminta lebih aktif melakukan pencegahan dan tidak hanya menunggu laporan ketika kebakaran sudah terjadi. Saya minta camat berkoordinasi dengan seluruh kepala desa, agar bisa lebih aktif dalam mencegah hingga menanggulangi karhutla,” tegas Halikinnor. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KOBAR Status Tanggap Darurat Karhutla Selama 14 Hari
PETANI Jagung Kobar Gagal Panen-Rugi Ratusan Juta
TAMBANG EMAS Ilegal Ditertibkan di Hutan Perbatasan Kalsel-Kalteng
GEDUNG Eks SGO UPR Ludes Terbakar, Diselidiki Dugaan Kesengajaan
DUA BALITA Meninggal Terjebak Kobaran Api
KEBAKARAN HEBAT di Kantor Gubernur Kalteng
KAWAL Karhutla Real-time di 32 Titik Pemantauan
BIAYA Helikopter Water Bombing Sekitar Rp 100 Juta/Jam

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:31

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:27

KAPOLRI Terpukau dengar Dongeng si Bocah asal Kalsel, Polda Juga Raih Penghargaan Juara II Nasional Lomba SPPG

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:22

DINILAI TERCEPAT di Indonesia DPRD-Pemprov Kalsel Sepakati KUA PPAS 2027-KUPA PPAS 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:46

PAMAN BIRIN : “Kita Harus Tetap Optimistis. Hilangkan Dendam dan Kedepankan Kebersamaan”

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:49

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Empat Saksi Diperiksa Kejagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:47

DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:39

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34

KASUS Korupsi Kouta Haji: Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp4,83 Miliar

Berita Terbaru

Kalteng

KOBAR Status Tanggap Darurat Karhutla Selama 14 Hari

Kamis, 13 Agu 2026 - 23:36

Beberapa pengendara motor mengenakan masker ketika melintasi jalan yang diliputi asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/3/2026). (Foto: Dok Antara/Jessica Wuysang)

Kesehatan

WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau

Kamis, 13 Agu 2026 - 23:31

Lahan kering di Kobar akibat el nino. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PETANI Jagung Kobar Gagal Panen-Rugi Ratusan Juta

Kamis, 13 Agu 2026 - 22:47

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca