KEMARAU MENGGANAS, 23 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polresta Banjarmasin menggelar apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026 di halaman Mapolresta Banjarmasin, Selasa (11/8/2026). (SuarIndonesia/Repro)

Polresta Banjarmasin menggelar apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026 di halaman Mapolresta Banjarmasin, Selasa (11/8/2026). (SuarIndonesia/Repro)

SuarIndonesia -Musim kemarau mengganas, 23 kebakaran lahan terjadi di Banjarmasin, polisi ingatkan warga.

Ancaman kebakaran hingga Agustus, sedikitnya 23 kejadian kebakaran lahan tercatat terjadi di wilayah hukum Polresta Banjarmasin.

Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran permukiman di tengah musim kemarau, Polresta Banjarmasin menggelar apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026 di halaman Mapolresta Banjarmasin, Selasa (11/8/2026).

Apel dipimpin Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin. Kegiatan melibatkan personel serta unsur terkait sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran.

Riza mengatakan, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), angka kebakaran lahan di Banjarmasin sempat cukup tinggi pada 2023 dengan 43 kejadian.

Sementara , pada 2024 dan 2025. Tidak ada kasus kebakaran lahan yang tercatat karena kondisi kemarau pada dua tahun tersebut relatif basah. Namun, memasuki 2026, kebakaran lahan kembali muncul.

“Dari 23 kejadian sampai Agustus sebanyak 15 kejadian terjadi pada Juli dan delapan kejadian pada Agustus,” ungkap Riza.

Polisi menduga sebagian kebakaran dipicu kelalaian manusia. Salah satu penyebab yang menjadi perhatian adalah kebiasaan warga membakar sampah tanpa memastikan api benar-benar padam.“Dugaan sementara penyebabnya adalah kelalaian. Peristiwa sering terjadi akibat pembakaran sampah di tempat yang kemudian ditinggalkan,” jelasnya.

Ancaman kebakaran di Banjarmasin ternyata tidak hanya terjadi di lahan. Sepanjang 2026, Polresta Banjarmasin juga mencatat sejumlah kejadian kebakaran yang melanda rumah dan toko.

Banjarmasin Barat menjadi wilayah dengan catatan kejadian terbanyak, yakni 17 kasus. Berikutnya Banjarmasin Selatan sebanyak 10 kejadian, Banjarmasin Utara enam kejadian, Banjarmasin Tengah empat kejadian, dan Banjarmasin Timur tiga kejadian.

Data tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan, terlebih sebagian wilayah Banjarmasin merupakan kawasan permukiman yang cukup padat.

Baca Juga :   MUSIM BARU Barito Putera Raih Prestasi, Ini Harapan Ketua DPRD Kalsel

Dalam hal ini, Riza meminta masyarakat tidak menganggap sepele aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

“Warga agar tidak membakar sampah sembarangan, terlebih meninggalkan api dalam kondisi belum benar-benar padam,” ujarnya

Polresta Banjarmasin bersama instansi terkait juga terus melakukan langkah pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Pemasangan spanduk imbauan hingga penyampaian informasi mengenai ancaman sanksi hukum bagi pelaku pembakaran turut dilakukan.

Dalam hal pihak kepolisian masih mengedepankan pendekatan persuasif dan pencegahan.

Namun, langkah tersebut tidak menutup kemungkinan dilanjutkan dengan proses hukum apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan.

Kapolresta memastikan polisi akan menindak pihak yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran hingga menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Kami masih melakukan imbauan. Namun, apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan, tentu kami akan melakukan penegakan hukum,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

Juga meminta media massa ikut berperan aktif menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat.

Menurutnya, mencegah kebakaran jauh lebih penting dibandingkan menangani dampaknya setelah api terlanjur membesar.

“Pencegahan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Jangan sampai kelalaian kecil saat membakar sampah justru berkembang menjadi kebakaran yang merugikan masyarakat,” ucapnya.(*/YI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANJARMASIN Masih Titik Rawan Narkoba, Bandar Incar Warga Ekonomi Lemah jadi Kurir
KASUS ISPA Meningkat di Banjarbaru
DISHUT Kalsel Tambah Sarana Penanganan Karhutla di Tahura Sultan Adam
NARKOBA – BALAP LIAR jadi Catatan untuk Kapolresta Banjarmasin
KAWANAN PENJARAH 1,3 Ton Sawit Tertangkap Setelah Dibuntuti Tim Pengawas
SAMPAH Hampir Dua Ton Terkumpul dari Tukar Sembako
SISWI SD jadi Korban Pelecehan Oknum Guru di Banjarmasin, Polisi Turun Tangan
DITILANG Sat Lantas Polresta Banjarmasin 30 Pengendara

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:57

KASUS MBG: 16 Saksi Dipanggil Kejagung dalam Penyidikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50

ENAM Provinsi Rawan Karhutla Difokuskan untuk Ditangani

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:17

ANTISIPASI Dampak Karhutla saat Fenomena El Nino

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:56

IBU dan Balitanya Tewas dengan Tubuh Terikat di Hutan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:22

FEBRIE ADRIANSYAH Usai Diperiksa 7 Jam Dibawa Lagi ke Rutan KPK

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:34

FEBRIE ADRIANSYAH Kenakan Rompi Tahanan Pink ke Kejagung

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:23

MENHUB DUDY: “Kami Jajaki dengan China-Rusia Bangun Rel Trans-Kalimantan”

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:59

PRAPERADILAN Febrie bukan Hindari Proses Hukum

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah. (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

BIAYA Helikopter Water Bombing Sekitar Rp 100 Juta/Jam

Senin, 10 Agu 2026 - 22:01

Kabut asap di Banjarbaru. (Foto: detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

KASUS ISPA Meningkat di Banjarbaru

Senin, 10 Agu 2026 - 21:51

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca