SuarIndoneia – Langkjah awal menjabat Kapolsek Banjarmasin Tengah, AKP Bimasa, langsung petakan titik rewan, semua demi mencegah gangguan keamanan.
AKP Bimasa Zabua, perwira lulusan Akpol 2015 itu tidak ingin jajaran kepolisian hanya bergerak setelah menerima laporan.
Sebaliknya, pemetaan wilayah dan deteksi dini akan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan di tengah padatnya aktivitas masyarakat Banjarmasin Tengah.
Bimasa resmi menggantikan AKP Haris Wicaksono sebagai Kapolsek Banjarmasin Tengah.
Serah terima jabatan dipimpin Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin di Mapolresta Banjarmasin, Rabu (12/8/2026).
Begitu menerima amanah tersebut, Bimasa langsung menyiapkan langkah untuk mengenali karakteristik wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
“Pertama saya akan beradaptasi dengan tugas yang telah diamanatkan, kemudian melihat situasi dan kondisi wilayah serta memetakan potensi kerawanan yang ada,” ujarnya.
Pemetaan tersebut tidak hanya menyangkut lokasi rawan kriminalitas. Kondisi lingkungan, pola aktivitas masyarakat hingga persoalan sosial yang berpotensi berkembang menjadi gangguan kamtibmas juga akan menjadi perhatian.
Pengalaman Bimasa saat menjabat Kasat Reskrim Polres Barito Kuala menjadi bekal tersendiri.
Kemampuan di bidang reserse akan dipadukan dengan pendekatan pencegahan agar persoalan keamanan bisa ditangani sejak dini.
Untuk memperkuat pencegahan, jajaran Polsek Banjarmasin Tengah akan meningkatkan patroli dan sambang masyarakat.
Bimasa ingin personel tidak hanya terlihat ketika ada kejadian, tetapi hadir secara rutin di lingkungan warga.
Dari interaksi langsung itulah berbagai informasi mengenai kondisi keamanan diharapkan bisa diperoleh lebih cepat.
Komunikasi dengan pemerintah setempat, kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda serta kelompok masyarakat lainnya juga akan diperkuat.
“Kami akan memperkuat sinergi dengan pemerintah setempat, kelurahan dan seluruh unsur masyarakat karena menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Menurutnya, informasi dari masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mendeteksi potensi persoalan.
Semakin cepat informasi diperoleh, semakin besar peluang gangguan dapat dicegah sebelum membesar.
Di sisi penegakan hukum, Bimasa memastikan pengalaman reserse yang dimilikinya tetap akan digunakan untuk memberikan respons cepat terhadap setiap laporan tindak pidana.
Namun, penindakan bukan satu-satunya pendekatan.
Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, terbuka dan humanis.
“Kami ingin polisi hadir sebelum terjadi gangguan, sehingga potensi masalah bisa diketahui dan dicegah sedini mungkin. Pelayanan kepada masyarakat juga harus cepat dan humanis,” tegasnya.(*/YI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















