KAWAL Karhutla Real-time di 32 Titik Pemantauan

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dishut Kalteng, Agustan Saining menunjukan posko pemantauan di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin (10/8/2026). (Foto: HO-Dishut Kalteng)

Kepala Dishut Kalteng, Agustan Saining menunjukan posko pemantauan di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin (10/8/2026). (Foto: HO-Dishut Kalteng)

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membangun posko pemantauan di Istana Isen Mulang yang memungkinkan Gubernur Agustiar Sabran memantau kondisi lapangan secara real-time.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng Agustan Saining di Palangka Raya, Selasa (11/8/2026), mengatakan posko tersebut telah beroperasi sekitar dua pekan dan terhubung dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) serta 32 titik pemantauan live yang tersebar di sejumlah wilayah rawan karhutla.

“Pak Gubernur bisa memantau perkembangan detik demi detik, menit demi menit dari posko ini. Dengan pemantauan langsung, beliau dapat memberikan arahan dan kebijakan yang tepat sasaran sesuai dinamika serta tingkat keparahan di lapangan,” kata Agustan.

Menurutnya sistem pemantauan tersebut tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi kebakaran, tetapi juga memungkinkan komunikasi langsung antara pimpinan daerah dengan petugas yang berada di lapangan.

Dengan demikian, kebutuhan penambahan personel, peralatan maupun perubahan strategi pemadaman dapat segera diputuskan berdasarkan kondisi aktual.

“Beliau bisa melihat langsung situasi, berinteraksi dengan personel di lapangan, lalu menentukan apakah perlu ada penambahan tim atau penyesuaian strategi. Mana wilayah yang cukup ditangani tim yang ada, dan mana yang membutuhkan perkuatan,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama saat ini adalah kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Kawasan tersebut merupakan lahan gambut yang memiliki potensi penyebaran api sehingga membutuhkan penanganan dan pemantauan secara intensif.

Agustan menegaskan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi. Pemprov Kalteng terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni dan unsur terkait lainnya.

“Ini adalah tanggung jawab bersama, jangan ada yang merasa paling dominan,” katanya.

Selain kolaborasi, keselamatan personel juga menjadi perhatian dalam setiap operasi pemadaman. Agustan mengatakan terdapat personel yang sempat terkepung kobaran api saat menjalankan tugas di lapangan dan harus mendapatkan perawatan medis.

“Petugas sempat harus dirawat di rumah sakit, namun beruntung setelah dua hari masa pemulihan, mereka sudah bisa kembali bertugas di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Agustan mengatakan kombinasi antara pemantauan real-time, penguatan operasi darat dan udara, serta koordinasi lintas sektor diharap mempercepat respons terhadap karhutla.

BPBD Palangka Raya bersama tim gabungan membangun sumur bor di lokasi perkuat pemadaman lahan. (Foto: HO-BPBD Kota Palangka Raya)

BPBD Palangka Raya bangun sumur bor

Sementara itu, dilansir dari Antara, BPBD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah bersama tim gabungan membangun sejumlah titik sumur bor di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna memperkuat ketersediaan sumber air dan mempercepat proses pemadaman.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi di Palangka Raya, mengatakan pembangunan sumur bor dilakukan karena keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla, terutama saat musim kemarau.

Baca Juga :   BIAYA Helikopter Water Bombing Sekitar Rp 100 Juta/Jam

“Pembuatan sumur bor ini kami lakukan untuk mendukung proses pemadaman karena persoalan yang kami hadapi adalah keterbatasan sumber air. Ketika lahan gambut masih berasap, titik tersebut berpotensi kembali menyala,” katanya.

BPBD Kota Palangka Raya dalam pembangunan sumur bor tersebut bekerja sama dengan Manggala Agni Daops Palangka Raya dan Universitas Palangka Raya. Sumber air yang berada lebih dekat dengan lokasi kebakaran diharapkan dapat memudahkan tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus pembasahan lahan secara menyeluruh.

Menurut Hendrikus, penggunaan sumur bor dinilai lebih efektif dibandingkan mengandalkan pasokan air dari mobil tangki yang harus mengambil air dari embung atau sumber air lainnya yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

“Saat ini kami bekerja sama dengan Manggala Agni dan Universitas Palangka Raya untuk membuat beberapa titik sumur bor. Kami menilai cara ini lebih efektif daripada sistem transfer air menggunakan mobil tangki dari sumber air atau embung,” ujarnya.

BPBD Kotim ubah strategi pemadaman

BPBD Kotim, Kalteng mengubah strategi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menargetkan waktu subuh, sebab kondisi tiupan angin lebih lemah memungkinkan api dipadamkan lebih optimal.

“Secara taktis waktu kami akan atur, kami akan melakukan pemadaman subuh. Karena waktu itu kecepatan angin rendah, sehingga kami bisa melakukan pemadaman secara total,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit.

Ia menjelaskan perubahan strategi tersebut bagian dari hasil analisis dan evaluasi setelah pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat karhutla.

Evaluasi diperlukan untuk melihat efektivitas penanganan yang telah dilakukan sekaligus menyusun skenario baru menghadapi karhutla yang terus berkembang dan mulai berdampak langsung terhadap lingkungan permukiman.

Salah satu pertimbangan utama, yakni dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat.

Untuk itu, BPBD berupaya mengoptimalkan kinerja satuan tugas di lapangan dengan mengatur kembali waktu dan pola pemadaman agar api aktif dapat diputus secepat mungkin.

“Jadi upaya-upaya maksimal dari tim satgas darat selama ini sebenarnya sudah cukup bagus, hanya saja tactical waktu yang akan kita atur. Kita berharap fire active (kebakaran aktif) bisa cepat kita putus,” tuturnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka
KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya
DITANGKAP Usai Bakar Rumput Halaman Rumah
KMT ELISABET TENGGELAM: 5 Awak Hilang Telah Teridentifikasi
HARI KE-13: 10 Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan, Lima di Kalteng
TELAH DITEMUKAN 160 Korban KM Virgo Transport-8 dan 52 Meninggal Dunia
195 SUMUR BOR Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:35

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 September 2026 - 15:44

LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat

Minggu, 27 September 2026 - 15:33

PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih

Minggu, 27 September 2026 - 00:19

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07

KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Sabtu, 26 September 2026 - 21:26

ATASI Karhutla, DPRD Kalsel Gaungkan Semangat Pancasila

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20

PULUHAN PENYELAM Menghadapi Kondisi Ekstrem Menemukan -Mengevakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Sabtu, 26 September 2026 - 18:13

KEMBALI TERIDENFITIKASI Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8, Pencarian Masih Berlangsung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto

Balangan

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:35

Anggota Polda Kalsel melakukan metode suntik gambut dalam penanggulangan karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. (Foto: Antara)

Kab. Banjar

6,7 HA Karhutla Gambut Dipadamkan Lewat Metode Suntik

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:58

Yanuar Diansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (Foto: HO-Dinkes Banjarmasin)

Kalsel

WASPADA! ISPA Banjarmasin Alami Peningkatan

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca