SuarIndonesia -– Jeritan minta tolong pecah di tengah kobaran api yang berkobar di permukiman di Jalan Mendawai I, Palangka Raya, Selasa (11/8/2026), sekitar pukul 13.40 WIB. Kepulan asap hitam pun terlihat membumbung tinggi di seputaran kota, yang berdekatan dengan Pasar Kahayan itu.
Api melalap empat bangunan rumah dan membuat warga berhamburan keluar sambil berteriak. Tragisnya, dua balita terjebak di dalam salah satu rumah yang terbakar, dan meregang nyawa di tengah kobaran api.
Kedua anak manusia tak berdosa itu masing-masing bernama Neila, 4, dan Kayla, 2, anak dari Krismon. Keduanya ditemukan petugas setelah api berhasil dipadamkan, dengan kondisi sudah tidak utuh, akibat terbakar.
Sementara itu, ibu korban harus mendapatkan perawatan medis. Dia mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, terutama di tangan. Serta mengalami syok dan kelelahansetelah berupaya menyelamatkan dua buah hatinya itu dari kobaran api.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, saat kejadian terdapat tiga anak dan seorang ibu di dalam salah satu rumah yang terbakar. Ketika api mulai membesar, sang ibu berusaha menyelamatkan anaknya yang paling kecil terlebih dahulu dan masih bayi.
Seorang tetangga, Mulyadi, 35, kemudian ikut membantu. Bayi yang berhasil diselamatkan sempat diletakkan di jalan atau jembatan sekitar empat meter dari lokasi kebakaran. “Bayinya masih merah, kulitnya dan panas,” kata Mulyadi kepada petugas.
Sang ibu kembali ke dalam rumah terbakar sambil meminta pertolongan. Masih ada dua anaknya yang terjebak di dalam kobaran api.
Mulyadi sempat berupaya masuk untuk menyelamatkan keduanya. Sayangnya, besarnya kobaran api sudah menutup akses mereka untuk masuk. Upaya penyelamatan pun tidak bisa dilanjutkan.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim gabungan melakukan pencarian di dalam. Dua korban akhirnya ditemukan di lokasi berbeda.
Satu korban ditemukan di sekitar kamar, sedangkan satu lainnya, ditemukan di bagian luar kamar menuju arah jembatan.
Ketua Barisan Pemadam Kebakaran (BPK)Kamboja, Sucipto mengatakan, timnya menerima laporan kebakaran itu sekitar pukul 13.56 WIB. Pihaknya pun langsung bergerak menuju lokasi.
Sampai di lokasi, petugas mendapati dua rumah dan satu barak empat pintu sudah dilalap api. Material bangunan yang sebagian besar mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar.
Sucipto mengungkapkan, informasi awal dari saksi di lokasi, api diduga terlihat cukup besar dari bagian belakang bangunan. Namun, titik awal dan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah ketersediaan air yang terbatas.
Petugas bahkan harus memanfaatkan sisa air yang bercampur lumpur serta mengandalkan mobil tangki pemadam untuk mendukung proses pemadaman.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya Alprianto juga mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan pemicu kebakaran itu.
“Nanti kita investigasi lebih lanjut. Belum bisa dipastikan. Bangunan yang di belakang memang dijadikan barak, rumah yang dijadikan barak. Tapi nanti untuk lebih jelasnya, kami melakukan investigasi,” tutur Alprianto dilansir dari RadarSampit.
Alprianto juga membenarkan adanya dua korban balita dalam kejadian tersebut. Masing-masing korban berusia sekitar empat tahun dan dua tahun.
Jenazah kedua korban telah dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Proses pemeriksaan selanjutnya menunggu tim Inafis Polri. Rencananya, kedua balita itu akan dimakamkan di TPU Muslimin.
Lurah Palangka Dawid, juga membenarkan adanya korban nyawa dalam kebakaran tersebut. “Dua korban masih balita. Berusia 2 dan 4 tahun,”sebutnya.
Pihaknya juga masih melakukan pendataan terkait kejadian tersebut. Kronologi lengkap maupun penyebab kebakaran belum dapat disampaikan karena masih dalam proses penyelidikan.
“Informasi lebih lengkap akan disampaikan setelah proses pendataan dan penyelidikan oleh pihak terkait selesai,” pungkasnya.(*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















