SATGAS Udara dan Darat Dioptimalkan Tangani Karhutla

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kru memeriksa kesiapan helikopter Bell 206L-3 sebelum melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan di wilayah udara Kalimantan Tengah di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalteng, Selasa, (4/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kru memeriksa kesiapan helikopter Bell 206L-3 sebelum melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan di wilayah udara Kalimantan Tengah di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalteng, Selasa, (4/8/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengoptimalkan satuan tugas (satgas) udara maupun darat dalam menjalankan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah setempat.

“Kami sudah dan terus laksanakan, mulai dari pemantauan hingga gerak cepat petugas dalam melakukan penanganan karhutla,” kata Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Senin (10/8/2026).

Adapun dalam operasi penanganan di Kalteng, satgas udara dikerahkan sebanyak empat regu. Sedangkan satgas darat sebanyak 16 regu, di antaranya 10 regu diarahkan ke wilayah Tumbang Nusa, satu regu ke Kameloh Baru, satu regu ke Kalampangan, serta empat regu ditempatkan di pos komando.

Kemudian khusus operasi gabungan untuk wilayah Tumbang Nusa, juga turut dikerahkan tambahan dukungan regu lainnya untuk memperkuat pemadaman dan penanganan lanjutan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib menambahkan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu, cepat dan berkelanjutan.

“Hal ini penting mengingat sebagian besar lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan,” tutur Agustiar Sabran dilansir dari Antara.

Dia menjabarkan penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan pemadaman terhadap api yang terlihat. Upaya ini harus disertai dengan pembasahan, pendinginan dan penyekatan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran.

Baca Juga :   IBU-IBU Pingsan Antre BBM di SPBU

Berdasarkan pembaruan data per 9 Agustus 2026 yang dirilis Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kalteng terhitung sejak 1 Januari, tercatat terjadi sebanyak 1.333 bencana dengan 1.114 di antaranya merupakan karhutla. Luas karhutla mencapai 2.237,73 hektare.

Hingga saat ini penanganan terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, TNI-Polri serta masyarakat. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KAWAL Karhutla Real-time di 32 Titik Pemantauan
BIAYA Helikopter Water Bombing Sekitar Rp 100 Juta/Jam
KEMARAU, Petani Padi Teluk Sampit Terancam Gagal Panen
DUA BULAN Karhutla Kobar Hanguskan 279 Hektar Lahan
KARHUTLA Kumai Meluas Sekitar 10 Hektare
PLN Palangka Raya Digeruduk Massa
TUMBANG NUSA: Tiga Helikopter Water Bombing Lawan Karhutla
PEMADAMAN Dekat Permukiman jadi Prioritas Satgas Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:47

DILANTIK Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalsel, Begini Penekanan Jaksa Agung RI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:39

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34

KASUS Korupsi Kouta Haji: Yaqut Didakwa Perkaya Diri Rp4,83 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:17

MENDAGRI Tito: Pastikan tidak Ada PPPK Dirumahkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:49

BPS: 6% Anak Indonesia Belum Punya Akta Kelahiran

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:02

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Tujuh Saksi Diperiksa Kejagung

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:57

KASUS MBG: 16 Saksi Dipanggil Kejagung dalam Penyidikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50

ENAM Provinsi Rawan Karhutla Difokuskan untuk Ditangani

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026). (Foto: Antara/Harianto)

Bisnis

PERTALITE dan Biodiesel Masih Aman!

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:39

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca