TIMNAS U-19 Perlu Kompetisi Usai PD U-20 Ditunda

- Penulis

Senin, 28 Desember 2020 - 23:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timnas Indonesia U-19 yang sudah dipersiapkan sejak awal tahun batal tampil di Piala Dunia U-20.(Foto/Dok. PSSI).

 

SuarIndonesia – Pengamat sepak bola nasional, M. Kusnaeni menyebut PSSI harus menyiapkan kompetisi sebagai solusi buat pemain Timnas Indonesia U-19 yang saat ini batal tampil 99 jodi Piala Dunia U-20 pada 2021 batal, dan dipindah ke 2023.

Amirudin Bagas Kaffa dkk yang saat ini tergabung di Timnas U-19 sudah menjalani pemusatan latihan (TC) secara intensif bersama Shin Tae Yong sebagai persiapan menuju Piala Dunia U-20 yang seharusnya digelar 2021.

Mereka memulai TC di Chiang Mai, Thailand pada Februari lalu yang kemudian dilanjutkan ke Kroasia selama dua bulan sejak akhir Agustus. Saat ini mereka sedang berlatih di Spanyol.

Di lain pihak, FIFA memutuskan untuk membatalkan Piala Dunia U-20 2021 dan memundurkannya ke 2023 mendatang. Kondisi ini otomatis membuat perencanaan yang telah dibuat harus dirombak total, termasuk pergantian para pemainnya.

Timnas U-19 saat ini tidak memungkinkan untuk tampil di Piala Dunia U-20 2023 karena secara usia mereka dipastikan sudah lewat.

“PSSI harus menjaga mereka dengan menyiapkan liga atau kompetisi supaya mereka tidak berkurang kemampuannya, kompetisi jangan putus. Fokus PSSI saat ini menjaga mereka, merawat potensi besar anak bangsa,” kata Kusnaeni dikutip CNNIndonesia.com, Senin (28/12/2020).

Materi pemain yang saat ini masuk ke Timnas U-19 disebut Kusnaeni merupakan salah satu generasi terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Terbukti dari progres selama mereka dilatih oleh Shin Tae Yong dalam 10 bulan terakhir.

Sebab itu, para pemain yang ada di dalamnya harus dijaga dan dirawat bakat dan potensinya. Diharapkan dalam dua tahun ke depan, kemampuan David Maulana dkk bisa tetap terjaga dan meningkat pesat.

“Yang terbaik itu pelatih dilibatkan dari awal prosesnya, mulai dari merancang kompetisi sampai prosesnya. Sebenarnya kita sudah punya kompetisi rutin Elite Pro Academy U-18 dan U-20. Tapi apakah kompetisi ini sesuai atau butuh pelapis,” ucapnya.

Sementara di sisi lain, mempersiapkan Timnas U-16 yang ada saat ini untuk ke Piala Dunia U-20 2023 mendatang bukan pilihan ideal bagi PSSI. Dari segi usia para pemain Timnas U-16 masih berusia rata-rata 18 tahun pada 2023 nanti.

Baca Juga :   FINAL PIALA AFF Futsal 2024: Indonesia Juara Libas Vietnam 2-0

Di level usia muda, perbedaan usia 1-2 tahun sangat berpengaruh pada penampilan dan kemampuannya. Tapi tidak menutup kemungkinan beberapa pemain di level Timnas U-16 yang ada saat ini bisa disiapkan, meski harus melalui tahap uji seleksi yang ketat.

“Tapi kalau kata saya langsung menunjuk Timnas U-16 untuk menggantikan Timnas U-19 di Piala Dunia U-20 2023 terlalu gegabah,” ujar Kusnaeni.

“Timnas U-16 ini kan baru 18 tahun dua tahun ke depan, sedangkan lawan-lawannya 20 tahun. Perbedaan 1-2 tahun itu berpengaruh,” jelas Kusnaeni.

Di sisa waktu dua tahun ini, kata Kusnaeni, PSSI bisa menggelar kompetisi Elite Pro Acaademy baik U-17 maupun U-18 yang targetnya fokus mencari pemain untuk Piala Dunia U-20 2023.

GIF Banner Promo Testimoni
Kompetisi menjadi kunci dan satu-satunya jalan untuk Timnas U-19 mencari materi pemain terbaik yang disesuaikan dengan kebutuhan tim dan pelatih.

“Seperti apa nanti bentuk kompetisinya, tergantung pelatih, harus diajak diskusi minta pendapat baiknya kelompok usia berapa untuk mendapatkan materi pemain yang sesuai kebutuhan tim,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa pemain yang saat ini ada di Timnas U-19 masih bisa disiapkan untuk ‘magang’ tampil di SEA Games 2021 Vietnam. Seperti misalnya, Elkan Baggott, Bagus Kahfi, Bagas Kaffa dan Rizky Ridho yang dianggap Kusaeni sudah bisa untuk naik level ke yang lebih tinggi.

“Kalau satu tim ke SEA Games 2021 terlalu dini. Di Timnas U-23 ke SEA Games 2021 nanti disiapkan beberapa pemain U-19
PSSI harus menyiapkan kompetisi sebagai solusi buat pemain Timnas Indonesia U-19 yang saat ini batal tampil di Piala Dunia U-20 pada 2021.(RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

YUSRIL: Pemecatan Anggota TNI Pesan Tegas tak Ada Toleransi Kekerasan
KASUS ANDRIE YUNUS: Empat Anggota TNI Divonis 1,5–3 Tahun Penjara
OTT LANJUTAN Muara Enim: KPK Tangkap Lima ASN BPK
HARGA Pertamax dan Pertamax Green Naik
KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka
OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama
DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:38

KALTENG Prioritas Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:29

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:21

PERAMPOK EMAS Diringkus saat Sembunyi di Penginapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:13

MN TEWAS DITUSUK 4 Kali Usai Pesta Miras, Pelaku AD Sempat Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Berita Terbaru

Wanita ODGJ di Palangka Raya yang mengamuk (duduk). (Foto: Dok Polsek Pahandut)

Kalteng

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:29

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca