SPMB 2026: SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin Hanya 1 Siswa Baru

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 22:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin. (Foto: detikKalimantan/Khairun Nisa)

SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin. (Foto: detikKalimantan/Khairun Nisa)

SuarIndonesia — Berbeda dari sekolah lainnya, di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Kalimantan Selatan hanya memiliki satu murid yang menjadi pendaftar pada SMPB 2026. Pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hari ini pun, siswi tersebut harus bergabung dengan sekolah lain.

SDN Teluk Dalam 10 berada dalam satu lingkungan yang sama dengan SDN Teluk Dalam 9. Keduanya berbagi halaman yang sama, dengan perbedaan jumlah siswa yang begitu mencolok.

Plt Kepala Sekolah SDN Teluk Dalam 10, Arief Rakhman Hakim menyebut jumlah total siswa di sekolah itu berjumlah 26 siswa dari enam ruang belajar.

“Tahun ini kami meluluskan dua siswa, kemudian ada siswa pindahan dan ada siswa baru jadi total sekitar 26 orang siswa,” kata Rakhman, Senin (13/7/2026) melansir detikKalimantan.

Adapun faktor mengapa sekolah tersebut kekurangan siswa, Rakhman menyebut terdapat beberapa alasan. Di antaranya, banyaknya pilihan sekolah, perpindahan domisili, serta berkurangnya minat orang tua ke sekolah negeri.

“Mungkin karena orang tua punya pilihan sendiri untuk sekolahnya, jadi banyak faktor ada eksternal dan internal,” ujarnya.

Ia menyebut pihaknya sudah berupaya mendapatkan lebih banyak siswa dalam SPMB 2026, baik jalur offline maupun online. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan hanya ada satu pendaftar yang masuk.

Siswa dari SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin saat masuk hari pertama sekolah, Senin (13/7/2026). (Foto: detikKalimantan/Khairun Nisa)

Di hari pertama MPLS, siswi bernama Talita Nazwa datang menggunakan seragam merah putihnya diantar sang Ibu. Di sana, pihak sekolah memilih menggabungkan kegiatan MPLS antara SDN Teluk Dalam 9 dan 10 menjadi satu ruang.

Tentu saja, alasan utamanya agar anak-anak bisa merasa bahagia menyambut hari pertama sekolah bersama teman-teman. Tidak ada yang berbeda dari kegiatan MPLS biasanya, baik siswa SDN Teluk Dalam 9 dan 10 sama-sama antusias mengikuti MPLS.

Baca Juga :   BRIDA KALSEL-BRIN Kaji Situs Arkeologi Meratus untuk Diuji di Lab Australia

“Kita memilih menggabung untuk siswa merasa bahagia dan senang, jadi tidak merasa sendiri saat MPLS,” tutur Rakhman.

Rakhman menyebut kegiatan MPLS itu akan berlangsung selama lima hari ke depan, yang mana nantinya selama lima hari anak-anak dari SDN Teluk Dalam 10 akan bergabung bersama anak-anak SDN Teluk Dalam 9.

Namun, saat sudah memasuki kegiatan belajar mengajar normal semuanya akan kembali ke ruang kelas masing-masing. Begitu pun dengan Talita yang akan belajar di ruang kelas 1 SDN Teluk Dalam 10.

“Untuk pembelajaran masih terpisah, jadi nanti akan kembali ke sekolah masing-masing. Hanya untuk MPLS ini digabungnya,” tutur Rakhman.

Ia berharap, ke depannya sekolah tersebut bisa ramai kembali oleh pendaftar baru. Sebab, saat ini fasilitas di SDN Teluk Dalam 10 sudah lumayan lengkap.

Tersedia ruang perpustakaan terpisah, ruang kelas yang nyaman, serta tersedia toilet khusus bagi siswa dan guru. Rakhman ingin nantinya sekolahnya bisa mendapatkan siswa yang memenuhi kuota pendaftaran.

“Semoga nanti ke depan kita makin ramai pendaftar, dan terus bertambah siswanya,” tutup Rakhman. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEORANG PRIA Ditemukan Tergeletak Tubuh Membusuk
REMAJA yang Diterkam Buaya Ditemukan Tim SAR
SEMBILAN JABATAN STRATEGIS Resmi Diisi Pejabat Baru, Begini Penekanan Kapolda Kalsel
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
SISIR TITIK RAWAN Balap Liar, 21 Pelanggar Terjaring Polisi
TANGISAN BAYI Perempuan Dalam Kantongan Plastik di Kolong Jembatan Gegerkan Warga
KASUS Menyeret Nama Babeh Aldo, Begini Disikapi Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
MESIWAH PARE GUMBOH sebagai Warisan Budaya Dayak Deah

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:11

KEJAGUNG Bentuk Tim Khusus Tangani Perkara Eks Jampidsus

Senin, 13 Juli 2026 - 00:26

KASUS KATINGAN Diambil Alih Polda Kalteng

Senin, 13 Juli 2026 - 00:11

KASUS KATINGAN: Dea, Teman Bandar Sabu Ikut Jadi Tersangka

Minggu, 12 Juli 2026 - 23:49

BEBAS Visa 87 Persen untuk Saring WNA Berkualitas

Minggu, 12 Juli 2026 - 23:02

BERTAHAP Tiga Berkas Perkara Korupsi Dilimpahkan Polri ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:11

DISERAHKAN TIGA PERKARA Dugaan Korupsi Batu Bara, ASABRI dan Krakatau Steel yang Menjerat Mantan Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:45

KASUS Menyeret Nama Babeh Aldo, Begini Disikapi Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:28

BABY SITTER Curi Perhiasan Majikan Senilai Rp 300 Juta

Berita Terbaru

Kota Pontianak diselimuti kabut asap karhutla. (Foto: Antara/Jessica Wuysang)

Kalbar

SEPANJANG 2026 Karhutla Kalbar Terluas di Indonesia

Senin, 13 Jul 2026 - 21:55

Kalsel

SEORANG PRIA Ditemukan Tergeletak Tubuh Membusuk

Senin, 13 Jul 2026 - 21:48

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad seorang remaja menggunakan kantong jasad yang merupakan korban diterkam buaya di Sungai Desa Karang Bintang, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Senin (13/7/2026). (Foto: HO-Kantor SAR Banjarmasin)

Kalsel

REMAJA yang Diterkam Buaya Ditemukan Tim SAR

Senin, 13 Jul 2026 - 21:25

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca