SuarIndonesia — Berbeda dari sekolah lainnya, di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Kalimantan Selatan hanya memiliki satu murid yang menjadi pendaftar pada SMPB 2026. Pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hari ini pun, siswi tersebut harus bergabung dengan sekolah lain.
SDN Teluk Dalam 10 berada dalam satu lingkungan yang sama dengan SDN Teluk Dalam 9. Keduanya berbagi halaman yang sama, dengan perbedaan jumlah siswa yang begitu mencolok.
Plt Kepala Sekolah SDN Teluk Dalam 10, Arief Rakhman Hakim menyebut jumlah total siswa di sekolah itu berjumlah 26 siswa dari enam ruang belajar.
“Tahun ini kami meluluskan dua siswa, kemudian ada siswa pindahan dan ada siswa baru jadi total sekitar 26 orang siswa,” kata Rakhman, Senin (13/7/2026) melansir detikKalimantan.
Adapun faktor mengapa sekolah tersebut kekurangan siswa, Rakhman menyebut terdapat beberapa alasan. Di antaranya, banyaknya pilihan sekolah, perpindahan domisili, serta berkurangnya minat orang tua ke sekolah negeri.
“Mungkin karena orang tua punya pilihan sendiri untuk sekolahnya, jadi banyak faktor ada eksternal dan internal,” ujarnya.
Ia menyebut pihaknya sudah berupaya mendapatkan lebih banyak siswa dalam SPMB 2026, baik jalur offline maupun online. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan hanya ada satu pendaftar yang masuk.

Di hari pertama MPLS, siswi bernama Talita Nazwa datang menggunakan seragam merah putihnya diantar sang Ibu. Di sana, pihak sekolah memilih menggabungkan kegiatan MPLS antara SDN Teluk Dalam 9 dan 10 menjadi satu ruang.
Tentu saja, alasan utamanya agar anak-anak bisa merasa bahagia menyambut hari pertama sekolah bersama teman-teman. Tidak ada yang berbeda dari kegiatan MPLS biasanya, baik siswa SDN Teluk Dalam 9 dan 10 sama-sama antusias mengikuti MPLS.
“Kita memilih menggabung untuk siswa merasa bahagia dan senang, jadi tidak merasa sendiri saat MPLS,” tutur Rakhman.
Rakhman menyebut kegiatan MPLS itu akan berlangsung selama lima hari ke depan, yang mana nantinya selama lima hari anak-anak dari SDN Teluk Dalam 10 akan bergabung bersama anak-anak SDN Teluk Dalam 9.
Namun, saat sudah memasuki kegiatan belajar mengajar normal semuanya akan kembali ke ruang kelas masing-masing. Begitu pun dengan Talita yang akan belajar di ruang kelas 1 SDN Teluk Dalam 10.
“Untuk pembelajaran masih terpisah, jadi nanti akan kembali ke sekolah masing-masing. Hanya untuk MPLS ini digabungnya,” tutur Rakhman.
Ia berharap, ke depannya sekolah tersebut bisa ramai kembali oleh pendaftar baru. Sebab, saat ini fasilitas di SDN Teluk Dalam 10 sudah lumayan lengkap.
Tersedia ruang perpustakaan terpisah, ruang kelas yang nyaman, serta tersedia toilet khusus bagi siswa dan guru. Rakhman ingin nantinya sekolahnya bisa mendapatkan siswa yang memenuhi kuota pendaftaran.
“Semoga nanti ke depan kita makin ramai pendaftar, dan terus bertambah siswanya,” tutup Rakhman. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















