SuarIndonesia — Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Kalimantan Selatan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji situs arkeologi kawasan Meratus, khususnya kronologis lukisan prasejarah Gua Liang Bangkai dengan rencana pengujian laboratorium di Australia.
Kepala Brida Kalsel Thaufik Hidayat di Banjarbaru, Rabu (8/7/2026), mengatakan kajian tersebut fokus pada inventarisasi, identifikasi, dan dokumentasi artefak serta tinggalan kehidupan masa lampau untuk memperkuat basis data ilmiah mengenai sejarah kawasan Geopark Meratus.
“Kami memprioritaskan uji kronologis lukisan prasejarah di Gua Liang Bangkai, Kabupaten Tanah Bumbu guna mengetahui usia artefak melalui penelitian bersama para ahli BRIN, dengan pengujian laboratorium direncanakan berlangsung di Australia,” ujarnya.
Selain Gua Liang Bangkai, Brida Kalsel juga mengkaji situs arkeologi Pulau Sirang di Kabupaten Banjar untuk memperkaya informasi mengenai jejak hunian manusia masa lampau sekaligus melengkapi inventarisasi warisan arkeologi di Kalimantan Selatan.
“Hasil penelitian diharapkan menghasilkan data yang lebih komprehensif mengenai sejarah hunian manusia dan perkembangan budaya di kawasan Meratus sebagai rujukan bagi penelitian lanjutan serta pelestarian warisan arkeologi,” kata Thaufik Hidayat, melansir dari Antara.
Di bidang kebudayaan, Brida Kalsel menyiapkan kajian inventarisasi, identifikasi, dan dokumentasi keragaman motif sasirangan di Kampung Tradisional Sasirangan Kota Banjarmasin guna memperkuat basis data warisan budaya daerah.
Selain itu, Brida Kalsel merencanakan penelitian potensi tumbuhan penghasil pewarna alami sasirangan di Desa Balangan, Kabupaten Banjar, sebagai dasar ilmiah pemanfaatan sumber daya hayati lokal sekaligus mendukung pelestarian kain sasirangan secara berkelanjutan.
“Berbagai penelitian tersebut sebagai komitmen Brida memperkuat riset arkeologi, budaya, dan keanekaragaman hayati di Kalimantan Selatan untuk menyediakan landasan ilmiah bagi penyusunan kebijakan, pelestarian warisan daerah, dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Thaufik. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















