KARHUTLA Kobar: 113 Hektare Lahan Terbakar, Belasan Hotspot Muncul di Kotim

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 21:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla di Kotawaringin Barat. (Foto: detikKalimantan)

Karhutla di Kotawaringin Barat. (Foto: detikKalimantan)

SuarIndonesia — Sepanjang Januari hingga Juli 2026, api terus mengamuk di wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Barat (Kobar) dan Kotawaringin Timur (Kotim).

BPBD Kobar mencatat sebanyak 63 kejadian karhutla terjadi dalam tujuh bulan terakhir. Total 113,51 hektare lahan terbakar, sementara jumlah hotspot atau titik panas yang terpantau mencapai 85 titik. Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan tingginya angka kejadian diakibatkan kondisi cuaca panas serta angin kencang yang membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

“Kecamatan Arut Selatan menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak. Tercatat 30 kali kebakaran terjadi di wilayah tersebut dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 21,61 hektare,” jelasnya, Senin (13/7/2026).

Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Meski jumlah kejadiannya 25 kali, luas lahan yang hangus mencapai 62,65 hektare atau lebih dari separuh total area yang terbakar di seluruh Kobar.

Adnan menjelaskan setiap laporan kebakaran yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur gabungan. Prioritas utama petugas adalah mencegah api meluas ke permukiman maupun kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi.

“Masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api sekecil apa pun. Laporan yang cepat akan memudahkan petugas bergerak sehingga kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas,” lanjutnya.

Di Kotim, sebanyak 12 titik panas (hotspot) terdeteksi dalam 24 jam terakhir sejak Minggu (12/7). Titik panas api tersebar di tiga kecamatan, yakni Kota Besi, Parenggean, dan Telaga Antang.
Kecamatan Kota Besi menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni lima titik yang berada di Desa Soren, Desa Camba, dan Kelurahan Kota Besi Hulu. Dua di antaranya merupakan titik panas terbaru yang terdeteksi sejak 12 Juli 2026 pukul 01.35 WIB dengan radius indikasi mencapai 1.125 meter.

Kecamatan Parenggean juga mencatat lima hotspot yang seluruhnya berada di Desa Tehang. Satu titik memiliki tingkat kepercayaan (confidence level) 9, sedangkan empat lainnya berada pada level 8. Sementara dua titik panas lainnya terpantau di Desa Tumbang Boloi, Kecamatan Telaga Antang, dengan tingkat kepercayaan level 8.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam mengatakan meningkatnya jumlah hotspot menjadi perhatian serius karena kondisi cuaca yang masih kering membuat lahan, terutama kawasan gambut, sangat rentan terbakar.

“Setiap titik panas yang terdeteksi melalui satelit langsung kami tindak lanjuti dengan patroli dan pengecekan di lapangan bersama TNI, Polri, Manggala Agni, serta pihak terkait. Penanganan dini sangat penting agar tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas,” kata Multazam, Senin (13/7/2026).

Seluruh hotspot tersebut terpantau melalui satelit NOAA-20 dan AQUA. Sebagian besar memiliki radius kemungkinan sekitar 321 meter, sedangkan dua hotspot terbaru di Kecamatan Kota Besi memiliki radius indikasi mencapai 1.125 meter.

Baca Juga :   WARGA Kobar Males Antre di SPBU, Terpaksa Beli Eceran Pertalite Rp 22 Ribu per Botol

“Bertambahnya jumlah titik panas menjadi sinyal bahwa ancaman karhutla di Kotim masih tinggi, sehingga sinergi antara pemerintah, petugas di lapangan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya.

Karhutla Kotim nyaris merembet ke rumah warga

Sementara itu, dilansir dari detikKalimantan, Karhutla mengancam kawasan permukiman di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kobaran api yang melalap semak belukar di Jalan MT Haryono Barat, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (13/7/2026) dini hari, nyaris merembet ke rumah warga dan jaringan listrik.

Saat petugas memadamkan Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur. (Foto: Istimewa)

Beruntung, respons cepat personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim mampu mengendalikan api sebelum meluas dan memicu dampak yang lebih besar. Kepala Peleton 2 Damkarmat Kotim, Muhammad Febbry, menjelaskan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 00.30 WIB. Setelah menerima informasi dari masyarakat, tim langsung melakukan persiapan dan bergerak menuju lokasi kejadian.

“Petugas piket menerima laporan adanya kebakaran lahan di Jalan MT Haryono Barat. Begitu informasi diterima, tim langsung melakukan persiapan dan berangkat ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” kata Febbry, Senin (13/7/2026).

Saat tiba di lokasi, petugas menemukan api membakar lahan semak belukar di dua titik berbeda. Titik pertama hanya berjarak sekitar tiga meter dari rumah warga, sedangkan titik kedua berada sekitar 10 meter dari tiang listrik sehingga berpotensi membahayakan apabila kobaran api terus membesar.

“Pemadaman dilakukan di dua titik. Satu titik berada sangat dekat dengan rumah warga, sekitar tiga meter, sedangkan titik lainnya hanya sekitar 10 meter dari tiang listrik. Kondisi ini cukup berisiko jika api tidak segera dikendalikan,” ujarnya.

Petugas berjibaku selama lebih dari 30 menit hingga api dipadamkan sepenuhnya. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 x 50 meter dan didominasi semak belukar.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material, penyebab kebakaran diduga akibat unsur kesengajaan atau arson. “Dugaan tersebut masih menjadi perhatian pihak terkait sembari mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran di tengah musim kemarau,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi
PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Barito Kuala

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca