SINDIKAT PEDOFIL Jaring Korban Lewat Medsos

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 21:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasubag Binops Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol Ema Rahmawati dalam podcast dengan ANTARA di Jakarta, Senin (13/7/2026). (Foto: ANTARA/Laily Rahmawaty)

Kasubag Binops Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol Ema Rahmawati dalam podcast dengan ANTARA di Jakarta, Senin (13/7/2026). (Foto: ANTARA/Laily Rahmawaty)

SuarIndonesia — Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) mengungkap adanya sindikat pedofil yang mencari korban lewat media sosial.

Beberapa kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang berhasil diungkap, antara korban dan pelaku berinteraksi melalui salah satu aplikasi obrolan instan Telegram.

“Ya (ada sindikat), kemungkin terorganisir ya. Tapi kebanyakan itu person to person (orang per orang). Mereka kenalan di medsos, lalu di DM (direct message/pesan pribadi) ditawarkan sejumlah uang untuk jajan dan lainnya, akhirnya disuruh ini-itu difotokan lalu dikirim (ke pelaku),” kata Kasubag Binops Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol Ema Rahmawati dalam podcast dengan ANTARA di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menurut Ema, pelaku pedofil tersebut menjual konten-konten pornografi anak ke pasar gelap (dark market) komunitas pedofil seluruh dunia.

Perwira menengah Polri itu menjelaskan, Polri pernah menangani kasus eksploitasi seksual anak secara online. Berawal dari warga negara Australia yang ditolak masuk ke Amerika Serikat karena di ponselnya terdapat banyak video eksploitasi seksual anak.

Lalu WNA Australia tersebut dikembalikan ke negara asalnya. Lalu temuan itu diusut oleh kepolisian setempat dan ponsel pelaku dibuka. Terungkap ada banyak video eksploitasi seksual anak, salah satunya berasal dari Indonesia.

“Saat itu polisi Australia berkoordinasi dengan kepolisian Indonesia, menginformasikan ada indikasi, ada identitasnya anak ini menjadi korban eksploitasi seksual anak online, posisinya ada di Sulawesi Selatan,” tutur Ema dilansir dari Antara.

Dari koordinasi tersebut, keberadaan korban anak diketahui dan polisi Australia menggali keterangan dari korban anak tersebut.

Baca Juga :   BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Dari hasil pemeriksaan diketahui anak tersebut berkenalan dengan pelaku melalui Telegram.

“Berawal dari Telegram itu, kemudian dikenalkan dengan komunitas dan saling DM, komunikasi-komunikasi hingga diiming-imingi imbalan,” katanya.

Anak korban tersebut duduk kelas dua SMA, diberi bayaran sebesar 19 dolar Amerika yang ditranferkan melalui akun dompet elektronik milik ibunya.

“Ternyata setelah diselidiki, anak itu pernah berkomunikasi dengan pelaku melalui Telegram,” ujarnya.

“Telegram saat ini menjadi medsos teraman bagi pelaku-pelaku kejahatan karena Telegram ini ketat menyimpan datanya,” sambungnya.

Kemudian, untuk pelaku pedofil yang terorganir, Polri bekerja sama dengan PPATK menelusuri transaksi keuangannya. Apabila ada seseorang yang tidak memiliki hubungan bisnis tetapi menerima transferan secara rutin dalam jumlah besar, dicurigai terlibat sindikat tersebut.

Untuk itu, Emang mengingatkan para orang tua untuk mengawasi putra-putrinya yang menggunakan gawai saat berinteraksi di media sosial.

“Ancaman negatif gadget saat ini sangat luar biasa, kasus kekerasan seksual atau eksploitasi seksual anak saat ini terdeteksi banyak sekali, kami melihat ada beberapa laporan dari interpol, kemudian dari lembaga seperti NCMEC itu laporan ke kami hampir jutaan laporan eksploitasi seksual anak secara online,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KORUPSI HUTAN: Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI
KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki
KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging
DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat
POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla
KARHUTLA KALTENG: 24 Orang Jadi Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki
KASUS KARHUTLA: 113 Orang Ditetapkan Tersangka
DUGAAN SUAP Pajak PT Adaro di KPP Madya Banjarmasin

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:29

KAPOLSEK Banjarmasin Utara Sambangi Warga Kurang Mampu

Jumat, 11 September 2026 - 21:58

HAJI ISAM Dikabarkan Bidik 62% Saham BYAN Rp 52,7 T

Jumat, 11 September 2026 - 17:36

SAT POLAIRUD Polresta Banjarmasin Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah

Kamis, 10 September 2026 - 22:46

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:58

DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Berita Terbaru


Kepala BGN Sudaryono. (Foto: HO-BGN)

Nasional

BGN Keluarkan 1.653 Satuan Pendidikan Penerima MBG

Sabtu, 12 Sep 2026 - 00:01

Ilustrasi. (si/ut/gemini.ai)

Kesehatan

PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:29

Kebakaran yang melanda Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2026).(Foto: HO-BPBD KOTIM)

Kalteng

HOTSPOT Kalteng Menggila Lagi!

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:34

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca