Sisa Kesedihan dari Penghuni Kolong Jembatan Antasari

- Penulis

Rabu, 12 Desember 2018 - 18:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Menyusul pemagaran kolong Jembatan Antasari depan Swiss Bell Hotel Banjarnasin yang dilakukan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Rabu (12/12) pagi hingga tengsh menyisakan kesedihan bagi 8 Kepala Keluarga atau 20 jiwa yang tinggal di kolong jembatan.

Apalagi dengan ketatnya penjagaan Satpol PP, sehingga membuat kawasan tersebut harus digusur paksa. Karena sejak hari ini resmi dipagar besi oleh Pemerintah Kota Banjarmasin yang dikomandoi Kabid Jalan dan Jembatan PUPR Kota Banjarmasinn Ir H Rustam.

Siti Julaiha, seorang penghuni mengaku kebingungan dan pasrah terhadap pemagaran yang dilakukan oleh pihak Dinas PUPR. Pasalnya kolong jembatan tersebut tempat ia bertahan hidup selama satu tahun terakhir.

“Saya tidak tahu lagi harus apa. Saya ini cuma janda yang tidak punya pekerjaan. Sehari-hari saja saya bertahan hidup dari mengais sampah plastik di sungai yang kemudian dijual ke pengepul sampah,” ucap Julaiha kepada awak media, Rabu (12/12).

Menurut Julaiha, pemerintah meski memperhatikan warganya yang terlantar. Ia mengaku pernah menyewa rumah di Teluk Kelayan dan akhirnya tidak mampu membayar lagi lalu memilih tinggal di kolong jembatan. “Kalaupun ini ingin dibersihkan dan dipagar seperti ini mau tinggal di mana lagi saya,” ujar Julaiha.

Julaiha berharap ada belas kasih dari pemerintah kota setidaknya untuk menyewakan rumah atau menempatkan di panti sosial. “Bukan malah menelantarkan warga yang tinggal di kolong,” keluhnya.

“Kami berharap, saya mewakili teman-teman agar pemerintah bisa sedikit melirik kami.Tak perlu dibuatkan rumah, kami hanya minta sewakan rumah untuk sementara dan minta bantu memperkerjakan kami agar kami dapat menjalani kelangsugan hidup,” harapnya.

Baca Juga :   PUTRI Haji Muhidin Turut Sosialisasikan Program yang Digagas Ayahnya

Warga yang lainnya Diang sangat bersedih karena kehilangan tempat tinggal. Terlebih ia tidak punya siapa-siapa di Banjarmasin, senasib dengan Julaiha. Diang juga seorang janda yang ditinggalkan suaminya entah ke mana tanpa ada kabar.

“Saya ini janda, saya tidak bisa apa-apa lagi kalau seperti ini, tempat tinggal hilang untuk bertahan hidup, ini apa lagi dipagar besi. Saya sangat bersedih, mudah-mudahan pemerintah bisa mendengar jeritan kami dan memberi kami perhatian agar tidak ada lagi warga yang terlantari,” kata Diang.

Sebelumnya pemagaran kolong jembatan tersebut dimaksudkan oleh pemerintah agar tidak ada lagi yang diam menetap di kolong jembatan karena dinilai sangat berbahaya.

PLT Kepala Dinas PUPR melalui H Rustam mengatakan, pemagaran tersebut menyusul adanya program pemerintah untuk membersihkan kawasan kolong jembatan agar tidak ada lagi aktivitas di bawah kolong jembatan yang dinilai sangat berbahaya.

Sementara itu Kadis Sosial Kota Banjarmasin Drs H Elsya Zain hendak melakukan konfirmasi ke Dinas Sosial belum mendapat balasan melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp dan telepon seluler.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”
TAK AMPUN MAAF Bagi Seili Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM
HARGA “BAPOKING” di Pasar Antasari Banjarmasin Ditemukan di Atas Ketentuan
SABU 43,8 KILOGRAM Disita Polda Kalsel dari Pelajar, Kaki Tangan Gembong Fredy Pratama
CDOB Tanah Kambatang Lima Bakal Masuk Paripurna DPRD Kalsel
PERTEMUAN IKA FISIP ULM, jadi Pembincangan Hangat Angkatan 1990
PENEGASAN KARTOYO, Lahan Bekas Tambang jadi Desa Wisata Mandiri
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:15

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum

Minggu, 12 April 2026 - 21:58

PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’

Kamis, 9 April 2026 - 22:33

SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Kamis, 9 April 2026 - 21:47

HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran

Rabu, 8 April 2026 - 21:22

IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!

Minggu, 5 April 2026 - 22:37

TEHERAN: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, dan Tertutup untuk Musuh Iran

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Rabu, 1 April 2026 - 21:50

RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina

Berita Terbaru

H Muhidin, Gubernur Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:16


Pesut mati terbelah akibat pukat kurau di Tana Tidung, Kaltara. (dok Dinas Perikanan Pemkab KTT)

Kaltara

PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:10

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca