PENEGASAN KARTOYO, Lahan Bekas Tambang jadi Desa Wisata Mandiri

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 12:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, mendorong transformasi desa di lingkar tambang menjadi desa mandiri melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengembangan wisata tematik.

Hal ini disampaikannya saat Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat Desa di Desa Ida Manggala, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Hulu Sungai Selatan,  Minggu (12/4/2026).

Kartoyo menegaskan bahwa keberadaan tambang harus memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, bukan sekadar meninggalkan jejak eksploitasi.

Ia menyoroti potensi lahan pascatambang yang dapat dimanfaatkan untuk sektor produktif seperti perkebunan dan peternakan.

“Lahan eks tambang harus meninggalkan legacy pembangunan. Desa bisa naik kelas menjadi desa wisata tematik jika dikelola dengan perencanaan yang matang,” ujar Kartoyo.

Saat ini, PT Antang Gunung Meratus (AGM) yang beroperasi di wilayah tersebut telah mulai menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan ternak kambing.

Namun, Kartoyo mengingatkan agar bantuan perusahaan tidak berhenti pada aksi simbolis.

Baca Juga :   BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

Kartoyo juga menekankan program yang dilakukan perusahaan berkelanjutan seperti fokus pada pelatihan manajemen bisnis desa dan pendampingan UMKM lokal.

Selain itu fasilitasi infrastruktur seprti pembangunan sarana wisata dan pemanfaatan lahan reklamasi untuk kepentingan publik.

Dan pemanfaatan lahan bekas tambang disarankan dikelola secara kolaboratif melalui BUMDes, yayasan, atau koperasi seperti Koperasi Merah Putih.

Kartoyo berkomitmen bahwa DPRD Kalsel akan menjembatani komunikasi dengan pihak PT AGM untuk memastikan rencana pemanfaatan lahan eks tambang ini terealisasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Ida Manggala secara berkelanjutan. (*/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel
KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari
MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.
AKSI MEMANAS, Pagar Rumah Banjar Roboh
KARHUTLA Dua Titik Lokasi Rawan di Banjarbaru, Kapolda Kalsel Langsung Turun
KAWANAN BEKANTAN Keluar dari Habitatnya Menuju Area Dekat Jalan Raya A Yani Km 17 Gambut
1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan
TREN PERKELAHIAN, Siswa SMP di Banjarmasin Berurusan dengan Polisi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:04

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:56

PENERTIBAN KAWASAN HUTAN tetap Lanjut Meski Ada Perlawanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:40

DISIAPKAN Ratusan Titik Rumah Oksigen-Mobil Keliling Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:03

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:14

KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:29

KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus

Berita Terbaru

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menyampaikan pidato dalam acara

Nasional

RATUSAN BUMN DIPANGKAS Demi Hemat Anggaran Rp50 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:04

Petugas saat menggiring Kepala BKSDA Kalsel berinisial AGK bersama dua orang lain menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Lapas Banjarbaru, Kamis (22/10/2026). (Foto: Antara)

Headline

KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca