SuarIndonesia – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, mendorong transformasi desa di lingkar tambang menjadi desa mandiri melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengembangan wisata tematik.
Hal ini disampaikannya saat Sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat Desa di Desa Ida Manggala, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Minggu (12/4/2026).
Kartoyo menegaskan bahwa keberadaan tambang harus memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, bukan sekadar meninggalkan jejak eksploitasi.
Ia menyoroti potensi lahan pascatambang yang dapat dimanfaatkan untuk sektor produktif seperti perkebunan dan peternakan.
“Lahan eks tambang harus meninggalkan legacy pembangunan. Desa bisa naik kelas menjadi desa wisata tematik jika dikelola dengan perencanaan yang matang,” ujar Kartoyo.
Saat ini, PT Antang Gunung Meratus (AGM) yang beroperasi di wilayah tersebut telah mulai menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan ternak kambing.
Namun, Kartoyo mengingatkan agar bantuan perusahaan tidak berhenti pada aksi simbolis.
Kartoyo juga menekankan program yang dilakukan perusahaan berkelanjutan seperti fokus pada pelatihan manajemen bisnis desa dan pendampingan UMKM lokal.
Selain itu fasilitasi infrastruktur seprti pembangunan sarana wisata dan pemanfaatan lahan reklamasi untuk kepentingan publik.
Dan pemanfaatan lahan bekas tambang disarankan dikelola secara kolaboratif melalui BUMDes, yayasan, atau koperasi seperti Koperasi Merah Putih.
Kartoyo berkomitmen bahwa DPRD Kalsel akan menjembatani komunikasi dengan pihak PT AGM untuk memastikan rencana pemanfaatan lahan eks tambang ini terealisasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Ida Manggala secara berkelanjutan. (*/HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















