PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 00:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pesut mati terbelah akibat pukat kurau di Tana Tidung, Kaltara. (dok Dinas Perikanan Pemkab KTT)

Pesut mati terbelah akibat pukat kurau di Tana Tidung, Kaltara. (dok Dinas Perikanan Pemkab KTT)

SuarIndonesia — Kematian mamalia air langka pesut (Orcaella brevirostris) akibat terjerat jaring nelayan kembali terjadi. Selain kejadian terbaru di perairan Antal, Bulungan, kasus serupa ternyata pernah terjadi di wilayah Kabupaten Tana Tidung (KTT) akibat penggunaan pukat kurau oleh nelayan luar daerah yang beroperasi di luar zonasi.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan KTT, Herni, mengungkapkan bahwa pada Agustus 2025 lalu, pihaknya mendapati seekor pesut mati terjaring pukat kurau milik nelayan asal Tarakan saat melakukan pengawasan terpadu bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltara.

“Nelayan luar dari Tarakan ini mengoperasikan pukat kurau di perairan yang tidak semestinya. Makanya biota dilindungi seperti pesut ini ikut terjaring,” ujar Herni dikutip SuarIndonesia dari detikKalimantan, Senin (13/4/2026).

Meski mendapati pelanggaran tersebut secara langsung, Pemkab KTT tidak bisa mengambil tindakan eksekusi maupun memberikan sanksi. Herni menjelaskan bahwa kewenangan pengelolaan ruang laut dan penertiban alat tangkap seperti pukat kurau berada di ranah Pemprov Kaltara.

“Berdasarkan Permen KP Nomor 30 Tahun 2012 Pasal 3, pembagian kewenangan pengelolaan perikanan diatur Pemerintah Kabupaten/Kota, mengelola perikanan di wilayah laut sampai dengan 4 mil laut dari garis pantai, untuk pemerintah Provinsi mengelola wilayah 4 hingga 12 mil laut dan Pemerintah Pusat Mengelola wilayah lebih dari 12 mil laut,” rincinya

Herni mengaku miris dan sedih melihat kondisi mamalia ramah tersebut mati secara tragis akibat alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Ia menegaskan, nelayan lokal KTT sendiri didominasi oleh nelayan kecil yang hanya menggunakan alat tangkap tradisional seperti pancing, jala, rawai, dan gillnet, sehingga tidak pernah membahayakan populasi pesut.

Baca Juga :   DITINJAU Gubernur Muhidin dan Forkopimda PLTU Asam-asam

“Masuknya kapal-kapal nelayan luar dengan alat tangkap skala besar seperti pukat kurau dan trawl ini tidak hanya mengancam kelestarian pesut, tetapi juga memicu ketimpangan produksi tangkap dan potensi konflik sosial dengan nelayan tradisional setempat,” terangnya.

“Kami sudah menyurati dan melaporkan ini ke Provinsi. Harapannya kita bisa sama-sama menjaga kelestarian sumber daya alam sesuai dengan koridor kewenangan masing-masing. Regulasi perlindungan dan penertiban alat tangkap ini yang harus benar-benar ditegaskan,” pungkas Herni.

Sebelumnya, kasus pesut mati terjerat pukat juga menggegerkan warga di perairan Antal, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Pesut sepanjang hampir dua meter tersebut tak sengaja terjerat pukat nelayan saat air surut pada awal April kemarin. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERUS PENCARIAN Korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Terdata 129 Belum Ditemukan
JENAZAH Korban Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin, 15 Penumpang Selamat Ikut Dievakuasi
KAGET DAPAT KABAR, Normalasari Berharap Saudaranya Bisa Ditemukan dalam Kondisi Sehat
SOAL Insiden KMP Virgo Transport 8, Menhub: Pemerintah Investigasi Secara Menyeluruh
KONDISI PANIK, Pengakuan Agus Loncat dari Kapal ke Skoci Bersama Enam Orang
KECELAKAAN Kapal Virgo 8, DPRD Kalsel Ucapkan Duka Cita
KESAKSIAN Penumpang Virgo Transport 8: “Kapal Miring Cepat tanpa Alarm sebelum Tenggelam”
KPP BALIKPAPAN Kirim Tim Perkuat Operasi Pencarian Kapal Virgo Transport 8

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:25

TERUS PENCARIAN Korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Terdata 129 Belum Ditemukan

Senin, 14 September 2026 - 12:14

JENAZAH Korban Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin, 15 Penumpang Selamat Ikut Dievakuasi

Minggu, 13 September 2026 - 22:10

KAGET DAPAT KABAR, Normalasari Berharap Saudaranya Bisa Ditemukan dalam Kondisi Sehat

Minggu, 13 September 2026 - 22:10

SOAL Insiden KMP Virgo Transport 8, Menhub: Pemerintah Investigasi Secara Menyeluruh

Minggu, 13 September 2026 - 21:38

KECELAKAAN Kapal Virgo 8, DPRD Kalsel Ucapkan Duka Cita

Minggu, 13 September 2026 - 21:29

KESAKSIAN Penumpang Virgo Transport 8: “Kapal Miring Cepat tanpa Alarm sebelum Tenggelam”

Minggu, 13 September 2026 - 21:14

KPP BALIKPAPAN Kirim Tim Perkuat Operasi Pencarian Kapal Virgo Transport 8

Minggu, 13 September 2026 - 19:36

MV HAIDA Sandar di Trisakti, Bawa 69 Penumpang Selamat

Berita Terbaru

Marc Marquez puncaki klasemen MotoGP 2026 usai menang race San Marino. (Foto: REUTERS/David W Cerny)

Internasional

MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:03

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca