TEHERAN: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, dan Tertutup untuk Musuh Iran

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 22:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selat Hormuz. (Google Map)

Selat Hormuz. (Google Map)

SuarIndonesia — Teheran menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka untuk pelayaran global, tetapi tertutup untuk musuh-musuh Iran.

Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, mengatakan bahwa akhir perang akan ditentukan oleh strategi Iran daripada “ilusi” para musuhnya.

“Perang akan berakhir dengan strategi dan otoritas Iran, bukan dengan khayalan dan ilusi para agresor,” katanya di X.

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih bahwa Iran hanya memiliki “sedikit” peluncur rudal dan bahwa kemampuannya untuk meluncurkan rudal dan drone telah “sangat berkurang.”

Trump mengatakan dia memperkirakan perang akan berlanjut selama dua hingga tiga pekanlagi, tetapi percaya konflik tersebut telah mendekati akhir.

Di lain pihak, Iran telah mempertahankan kendalinya atas Selat Hormuz—jalur perairan strategis untuk pasokan energi ke negara-negara Asia.

Teheran telah mengizinkan kapal-kapal dari sejumlah “negara sahabat” Iran untuk melintasi Hormuz.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengakibatkan lebih dari 1.340 kematian, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan Iran menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu/Kyle Mazza)

Trump ultimatum Iran buka Selat Hormuz dalam 48 jam

Baca Juga :   CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Sementara itu, dikutip dari Antara, Presiden Donald Trump menyatakan Iran memiliki waktu 48 jam untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka kembali Selat Hormuz.

“Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz,” kata Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, Sabtu (4/4/2026).

“Waktu hampir habis — 48 jam sebelum neraka menimpa mereka,” ujarnya.

Pada 26 Maret, Trump mengatakan ia memperpanjang tenggat negosiasi nuklir menjadi 10 hari setelah Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak berbendera Pakistan melewati Selat Hormuz.

Eskalasi di Timur Tengah telah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta fasilitas militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.

Iran juga membatasi pergerakan kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. (*/ut/anadolu/antara)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca