SATU PEMAIN Keturunan Tak Merespon Panggilan dari Shin Tae-yong

SATU PEMAIN Keturunan Tak Merespon Panggilan dari Shin Tae-yong
Pemain asal Indonesia, Khuwailid Mustafa, saat memperkuat Al- Duhail U-19.(Foto/Istimewa)

SuarIndonesia – Asisten pelatih timnas Indonesia, Nova Arianto, membeberkan bahwa ada satu pemain keturunan yang tak merespon panggilan dari Shin Tae-yong.

Seperti diketahui, pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memang dikabarkan sedang memantau sejumlah pemain keturunan.

Sejumlah pemain keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri dikabarkan masuk radar Shin Tae-yong.

Salah satunya adalah pemain keturunan Indonesia yang kini merumput di Qatar, Khuwailid Mustafa.

Shin Tae-yong dikabarkan sudah cukup lama memantau Khuwailid Mustafa.

Sebagai informasi, Khuwailid Mustafa adalah pemain keturunan Indonesia yang kini merumput klub kasta tertinggi Liga Qatar, Qatar SC.

Qatar SC sendiri diketahui merupakan salah satu tim besar di Qatar.

Musim ini Qatar SC juga diperkuat oleh mantan pemain Bayern Muenchen, Javi Martinez.

Pada bulan Agustus lalu Khuwailid juga ikut diboyong tim pelatih Qatar SC untuk pemusatan latihan di Serbia.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu juga sebelumnya tercatat pernah meraih gelar juara Liga Qatar musim 2019/2020 bersama Al Duhail.

Penampilan apik Khuwailid di Qatar rupanya menarik perhatian Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong pun berniat memanggil Khuwailid ke timnas Indonesia.

Hal tersebut secara tidak langsung diamini oleh asisten pelatih timnas Indonesia, Nova Arianto.

Melalui Instagram pribadinya, Nova sempat menanggapi pertanyaan dari netizen tentang kemungkinan Khuwailid membela timnas U-23 Indonesia.

Namun, Nova mengatakan bahwa Khuwailid tidak merespon panggilan dari timnas Indonesia.

“Tidak ada respon,” jawab Nova singkat dikutip dari Instagram pribadinya, dilansir dari Bolanas.com.

Khuwailid sendiri lahir di Indonesia, lebih tepatnya di Lhokseumawe, Aceh.

Meski lahir di Aceh, namun Khuwailid tumbuh besar di Qatar.

Khuwailid hijrah ke Qatar bersama keluarganya saat berusia lima tahun.

Situasi ini membuah Khuwailid bisa memilih bermain untuk Qatar atau timnas Indonesia.(Bolanas.com/RA)

 167 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: