PT Adaro Rehab “DAS” Seluas 6.200  Hektare

PT Adaro Rehab “DAS” Seluas 6.200  Hektare

Suarindonesia –  PT Adaro Indonesia punya tanggungjawab melaksanakan rehabilitas Daerah Aliran Sungai (DAS). dan sudah melakukan seluas 6.200 hektare

Apa sebab PT Adaro juga bertanggung jawab rehab DAS. Dikarenakan areal pertambangan perusahaan ini sebagian masuk wilayah hutan lindung.

Dan PT Adaro bisa melaksanakan aktivitas tambang bermodal Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sebagaimana kebijakan Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, setiap pemegang IPPKH berkewajiban melakukan ganti penanaman bibit pohon.

Program bernama rehab DAS dibebankan kepada pemegang IPPKH.

Kewajiban rehabilitasi DAS adalah sebesar luasan IPPKH yang dimiliki perusahaan ditambah 10 persen.

PT Adaro mempunyai kewajiban rehabilitasi DAS seluas kurang lebih 6 ribu hektare.

Sementara Banjarmasin Representative Office Dept Head PT Adaro Indonesia, Aburahman mengatakan, sebagai pemegang IPPKH pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kewajiban.

Ia menyebut pihaknya akan taat dengan aturan yang ada.

Dikatakannya, dari kewajiban 6 ribu hektare lahan rehab DAS, pihaknya sudah melakukan penanaman di lahan seluas 6.200 hektare.

“Kami melakukan penghijauan secara bertahap di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.

Tahap pertama penanaman dilakukan di lahan seluas 2.400 hektare, tahap kedua atau sekarang penanaman di lahan seluas 3.800 hektare.

Kewajiban penghijauan kami selesaikan secara bertahap,” ujarnya.

Pun halnya dengan kewajiban royalti,  menurut Abdurahman selalu dipenuhi.

Ditanya berapa besaran royalti yang disetorkan ke kas negara.

Abdurahman mengaku tak tau persis karena tidak mengurua keuangan.

Namun ditambahkannya presentasi royalti 13,5 persen dari total produksi.

“Tentu segala kewajiban akan kami penuhi.  Ada dua kewajiban kami, yaitu pajak atau retribusi dan CSR yang diberlakukan di daerah asal.

CCR prioritas kami di Tabalong, Balangan,  Batola dan Barito Timur,” urainya.

Terpisah, Kepala Dishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengakui PT Adaro cukup tertib melakukan penghijauan rehab DAS.

Meski masih perlu pendampingan, namun dikatakannya PT Adaro salah satu perusahaan yang bertanggung jawab dengan kewajiban.

“Tak bisa dipungkiri masih ada juga perusahaan pemegang IPPKH yang tak memenuni kewajiban rehab DAS. (RW)

 

 639 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: