Yanto Basna terus mengejar impiannya menjadi pesepakbola top. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
SuarIndonesia – Yanto Basna mengaku sempat ada peluang menjajal kompetisi di Jepang. Dia mendapatkannya ketika bermain di Liga 2 Thailand.
Dilansir dari detik.com, Yanto Basna saat ini memperkuat PT Prachuap FC yang bertarung di Liga 1 Thailand. Itu menjadi tim ketiga Yanto Basna selama di Thailand, setelah sebelumnya membela Sukhothai dan Khon Kaen (Liga 2).
Thailand bukan negara yang bakal menjadi pemberhentian Yanto Basna dalam berkarier sepakbola. Dia berambisi untuk keluar dari Asia Tenggara, yakni dengan mengincar Jepang atau negara Timur Tengah.
Saat memperkuat Khon Kaen, Yanto Basna, mengaku punya kesempatan untuk berkarier di Jepang. Kala itu ada seseorang yang mendatanginya untuk melihat bakat olah bola.
“Dulu ada orang dari Jepang temui saya waktu masih main di Liga 2. Dia kasih kartu nama, suruh saya main ke Liga 1 (Thailand) dulu. Dia pantau-pantau selama saya di Liga 1,” kata Yanto Basna dalam bincang-bincangnya di Live Instagram.
Yanto Basna saat ini belum berambisi untuk menembus Eropa. Dia menilai hal itu masih jauh karena ada step Asia yang harus dilaluinya.
“Kalau bicara Eropa, harus step by step. Tidak bisa langsung kecuali mukjizat Tuhan kita bisa main di Barcelona. Jadi pintunya Asia Tenggara dulu, Asia, dan terus Eropa. Sekolah saja kita ada tingkatan-tingkatannya,” Yanto Basan menegaskan.
Di bagian lain, Yanto Basna dua kali ditunjuk menjadi kapten Timnas Indonesia dan berakhir tidak menyenangkan mengaku bakal tak kapok mengemban tugas sebagai kapten.
Perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 sangat menyedihkan. Dari lima laga yang dilalui, Skuad Garuda belum meraih poin dan kini dinyatakan sudah tersingkir meski ada tiga laga lagi.
Selama perjalanannya, Indonesia selalu dibuat babak belur oleh Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Vietnam. Total ada 16 gol yang bersarang ke gawang Indonesia dengan hanya mampu tiga kali membobol gawang lawan.
Dua pertandingan terakhir, yakni saat melawan Vietnam dan Malaysia (leg kedua), Indonesia diharapkan bisa meraih poin penuh untuk memperpanjang napas. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Indonesia kalah di dua laga itu, yang membuat pertandingan sisanya tak berarti lagi.
Pada dua pertandingan krusial itu, Yanto Basna mengemban tugas sebagai kapten. Hal yang tak pernah dia jalani sebelumnya selama di timnas.
Kekalahan melawan Malaysia menjadi puncak kesialan Yanto Basna. Kelahan Indonesia 0-2 di Bukit Jalili dianggap kesalahannya dalam mengantisipasi lawan.
“Saya tidak bakal kapok jika ditunjuk lagi jadi kapten timnas. Justru saya dapat pelajaran berharga sekali, memimpin tim di pertandingan lawan Vietnam dan Malaysia. Itu pertandingan besar. Hasilnya memang tidak bagus, sial sekali buat saya,” kata Yanto Basna dalam bincang-bincangnya kepada pewarta melalui sambungan telepon.
“Tapi, yang harus orang tahu, saya simpan sampai sekarang dua ban kapten di pertandingan itu. Itu adalah kenangan bersejarah, saya selalu siap jika dipercaya masuk tim dan ditunjuk menjadi kapten lagi. Mental saya kuat. Banyak orang tidak tahu kenapa saya mau menerima beban menjadi kapten saat itu,” bebernya.(RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















