PELAJAR Indonesia Raih Puluhan Piala dari World Scholar’s Cup

- Penulis

Jumat, 24 November 2023 - 20:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian dari sekitar 2.500 siswa peserta Tournament of Champions di Yale University, puncak acara World Scholars' Cup. (Foto: Dokumen pribadi)

Sebagian dari sekitar 2.500 siswa peserta Tournament of Champions di Yale University, puncak acara World Scholars' Cup. (Foto: Dokumen pribadi)

Lebih dari 100 siswa SMP-SMU Indonesia mendatangi Yale University di Connecticut, Amerika Serikat, baru-baru ini. Mereka mengikuti Tournament of Champions dan meraih puluhan medali dan piala dari ajang World Scholar’s Cup.

SuarIndonesia — Ini bukan kompetisi tetapi peserta dituntut berlatih keras supaya bisa mengikuti empat kategori Tournament of Champions, biasa disingkat TOC. Ini marathon uji pengetahuan tetapi tidak ada tekanan karena peserta juga bersenang-senang.

“Ini tuh salah satu lomba yang menurut aku bergengsi. Kalau kita sudah komitmen untuk ikut, menurut saya, memang harus dinikmati, tetapi juga harus serius kalau kita ingin menang. Dan kita jangan sampai memalukan nama sekolah atau negara,” ujar seorang peserta, Ricky Morris, siswa kelas 11 SMA Binus Bekasi.

Dilansir VOAIndonesia, Selasa (21/11/2023), ajang ini berlangsung tiga hari. Sekitar 2.500 siswa yang tahun ini datang dari 70 negara diajak saling kenal dan sama-sama tur kampus-kampus di negara bagian Connecticut dan negara bagian tetangganya, Massachussetts. Mereka juga diberi kesempatan menampilkan pakaian daerah dan makanan khas masing-masing. Namun, sehari penuh mereka mengikuti TOC.

Ricky Morri (kedua dari kanan) berada di antara peserta Tournament of Champions, pulang membawa 3 medali. (Foto: Dokumen pribadi)

“Capek. Berat. Tapi, serunya juga di situ,” tambah Ricky.

Peserta lain, Jason Kusnadi, 15, dan Allison Tee, 15, mengatakan meskipun melelahkan, ajang ini layak diikuti. Ini pertama kali kedua siswa Sekolah Kristen Raffles (Raffles Christian School) Pondok Indah Jakarta Selatan mengikuti acara tersebut.

“WSC program dan kompetisi yang sangat bagus dan sangat berharga,” kata Allison.

“Jadi ini experience yang sangat valuable. Saya sih sangat merekomendasikan program ini karena ini juga memberi social networking dengan scholars dari seluruh dunia. Jadi, kita bisa berteman banyak. Selain itu, bagi mereka yang sebelumnya introvert atau gak bisa ngomong, kompetisi ini bisa stransformasi kita seperti menjadi orang berbeda,” tambah Jason.

SMA Binus Bekasi mengikuti ajang internasional ini pada 2018 dan 2019. Mereka ikut lagi tahun ini pasca pandemi COVID-19.

Di bawah gemblengan guru bahasa Inggris Frederick Flores, tim siswa SMA Binus mengikuti semua tahapan World Scholar’s Cup (WSC) sampai puncaknya, Turnament of Champions (TOC), di Yale University. Flores menuturkan persiapan mengikuti kompetisi dimulai begitu tahun ajaran baru dimulai. Di sekolah tersebut ada Speech and Debate Club atau klub pidato dan debat.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia
Frederick Flores (keempat dari kanan), pelatih dan pembimbing tim Binus School Bekasi. (Foto: Dokumen pribadi)

“Ini adalah kompetisi yang sangat bergengsi. Pada saat yang sama, ini adalah sesuatu yang dapat membuat siswa dihadapkan pada banyak kompetisi dan kemudian membiarkan mereka mencapai sesuatu dan pada saat yang sama membiarkan mereka merasakan pengalaman, berteman dengan budaya lain, negara lain, dan sekolah lain,” ungkap Flores.

Baik Allison maupun Jason menyarankan setiap pelajar SMP dan SMA mengikuti ajang WSC. Keduanya baru pertama kali mengikuti acara ini. Mereka mengakui bahwa ajang ini menuntut kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan juga keuangan karena kompetisi ini digelar di berbagai kota dan finalnya di Yale University, di Amerika Serikat.

Setiap kali berpartisipasi dalam ajang dunia ini, Flores mengamati, Indonesia selalu menjadi salah satu negara dengan delegasi yang cukup besar.

“Mungkin Indonesia sangat tertarik dengan acara ini. Dan mereka sangat pandai dalam hal ini. Cara mereka mengekspresikan diri dan cara mereka berdebat, ya Tuhan, bagus sekali. Dan Indonesia selalu menjadi yang teratas,” katanya.

Dan itu bisa dilihat dari jumlah medali dan piala yang diraih tim delegasi Indonesia. Kegembiraan delegasi Indonesia memuncak ketika nama Indonesia disebut dalam deretan 10 besar peraih medali.

Ricky, Jason dan Allison senang pulang dengan membawa medali. Total tiga medali diraih Raffles Christian School. Binus School Bekasi merebut 39 medali. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan
POLIDIK di Sekolah Islam Terpadu Nuril Fikri Banjarmasin
POLISI Peduli Pendidikan di Pondok Pesantren Shiratut Thalibin
SMP KANAAN Banjarmasin jadi Sasaran Pencegahan Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba
EDUKASI Anti Judi Daring dan Penipuan Digital
VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
DESY OKTAVIA SARI Pantau Pelatihan Mekanik
EVALUASI Program Fasilitasi Mahasiswa dan Pelajar Perantauan di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca