SuarIndonesia — Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, mengatakan Israel berniat menggunakan kelaparan sebagai senjata perang dalam agresinya di Jalur Gaza, Palestina.
“Situasi kelaparan adalah dampak dari pembatasan ekstensif Israel terhadap masuk dan distribusi bantuan kemanusiaan dan barang-barang komersial, pengungsian sebagian besar penduduk, serta penghancuran infrastruktur sipil yang penting,” kata Turk dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNNIndonesia dari AFP, Selasa (19/3/2024).
Turk bicara demikian di tengah pembatasan gila-gilaan Negeri Zionis terhadap bantuan kemanusiaan yang hendak memasuki Jalur Gaza.
Pernyataannya itu juga dilontarkan di tengah serangan-serangan Israel yang masih berlangsung hingga kini.
Turk menyebut pembatasan bantuan kemanusiaan yang dilakukan Israel, bersamaan dengan serangan yang tiada henti ini, kemungkinan besar menjadi “metode perang” yang jelas merupakan kejahatan perang.
Juru bicaranya, Jeremy Laurence, pun mengatakan penentuan apakah Israel benar menggunakan kelaparan sebagai senjata perang akan diputuskan oleh pengadilan.
“Penderitaan rakyat Gaza sungguh tidak dapat dimaafkan,” ujarnya.
Komentar ini mengemuka setelah sebuah penilaian yang didukung PBB menetapkan bahwa wilayah Gaza menghadapi bencana kelaparan yang akan segera terjadi.
Sebanyak 300.000 warga di utara Gaza disebut bakal dilanda kelaparan parah jika bantuan tak segera datang. [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















