Suarindonesia – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyampaikan aspirasi, pernyataan sikap dan tuntutan secara elegan dengan tidak semerta-merta harus turun ke jalan.
Namun itu apa yang disampaikan dengan harapan nantinya bisa terpenuhi.
Dari semua, IMM yang dikomando Abdan, sekaku ,Ketua Forum Komunikasi Alumni IMM Kalsel yang sekalugus salah satu dosen di Universitas Muhammadiyah dan Ahmad Zaini Ketua IMM periode 2018 2020 serta sejumlah Ketua Cabang IMM, langsung melakukan pertemuan dan dialog dengan Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani didampingi jajaran pejabat utamanya, Selasa (1/10) di Mapolda Kalsel.

Pada intinya sama dari IMM menyatakan sikap yakni “Atas berpulang Ke Rahmatullah saudara kami Immawan Randi, seorang kader terbaik IMM yang meninggal dunia setelah tertembak saat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara”.
Itu ketika bersama dengan ribuan mahasiswa se-Kota Kendari Pada hari Kamis Tanggal 26 September 2019.
Mereka menuntut untuk dituntaskan secapatnya, diungkap siapa pelakunya dan diproses.
“IMM Kalsel mengecam berbagai tindakan represif pihak keamanan kepada mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa.
Pihak keamanan seharusnya mengedepankan cara- cara persuasif serta lebih manusiawi dalam upaya untuk menjaga kondusifitas selama berlangsungnya aksi,” bunyi diantara peryataan sikap, yang disampaikan ke Kapolda Kalsel dan jajarannya.
IMM juga menuntut Komitmen Kepolisian Daerah Kalsel melakukan pengamanan aksi sesuai SOP yang dilakukan di daerah ini, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat.
“Jika tidak sesuai dengan SOP (Standar Operasasional Prosedur) dari kepolisian, maka kami dari IMM Kalsel meminta dan menuntut seadil-adilnya,
Mengusut, investigasi dari tim kepolisian baikkah Polri maupun Polda di Sulawesi Tenggara untuk segera menemukan aksi pelaku penembakan,” ucap Ahmad Zaini Ketua IMM.
Sementara itu Irjen Polisi Yazid Fanani, kepada awak media usai dialog mengatakan, pertemuan ini memang bersama segenap civitas Universitas Muhammadiyah.
“ Bersama-sama dengan kita semua sepakat untuk menjaga kondusifitas di wilayah Banua di Kalsel,” ujarnya.
Namun juga meminta agar Polri segera melakukan investigasi terkait wafatnya salah satu teman IMM, yang ada di Sulawesi Tenggara.
“Kami juga mendorong dan sudah sampaikan agar pada saat ini investigasi sedang berlangsung.
Kita harapkan tidak terlalu lama dan apabila nanti hasilnya apa, segera disampaikan kepada adik-adik mahasiswa.
Kita juga sangat prihatin atas kejadian tersebut dan kita berharap semua agar kejadian itu tidak terulang di kemudian hari,” beber kapolda.
Jika mahasiswa mendorong agar segera dilakukan investigasi diharapkan tidak berlarut-larut, itu lanjut kapolda adalah bentuk kepedulian dari keluarga besar IMM.
Dalam sikapi adanya korban saat pelaksanaan unjuk rasa beberapa waktu lalu, intinya keluarga besar IMM memberikan penguatan kepada Polda Kalsel untuk mendorong dilaksanakan investigasi secara komprehensif dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
Lainnya, mendorong dan memberikan saran.“ Ya karena ini kan terjadi di luar wilayah Kalsel, kita memberikan dukungan moral tentu saja juga dukungan doa agar masalah ini bisa cepat diselesaikan.
Dan apabila ada pelaku segera dilakukan upaya-upaya penegakan hukum yang berkeadilan,” tegas kapolda. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















