DUA KABUPATEN di Kalsel Butuh Pendekatan Khusus Kelola Sampah

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 20:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Hubungan Antarlembaga Pusat dan Daerah KLH Hanifah Dwi Nirwana (tengah) usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala dalam pembangunan instalasi Pengolahan Sampah berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (9/4/2026). (Antara)

Staf Ahli Hubungan Antarlembaga Pusat dan Daerah KLH Hanifah Dwi Nirwana (tengah) usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala dalam pembangunan instalasi Pengolahan Sampah berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (9/4/2026). (Antara)

SuarIndonesia — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan Kabupaten Barito Kuala dan Hulu Sungai Utara di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih memerlukan perhatian khusus penanganan sampah, karena kondisi geografis masing-masing menuntut strategi berbeda agar pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Staf Ahli Hubungan Antar-Lembaga Pusat dan Daerah KLH Hanifah Dwi Nirwana di Banjarbaru, Kamis (9/4/2026), menyampaikan sejumlah daerah di Kalsel sudah menunjukkan kemajuan, termasuk yang masuk kategori menuju bersih atau memperoleh sertifikasi, meskipun masih ada daerah yang memerlukan pembinaan lebih lanjut.

“Tantangan pengelolaan sampah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dipengaruhi kondisi geografis seperti wilayah rawa di dua kabupaten itu yang menyulitkan pembangunan infrastruktur persampahan konvensional,” ujarnya.

Menurut dia, Barito Kuala dan Hulu Sungai Utara masih membutuhkan perhatian lebih karena kondisi wilayah menuntut pendekatan berbeda dalam pengelolaan sampah agar program dapat berjalan optimal.

“Penilaian pengelolaan sampah kini dilakukan secara menyeluruh, mencakup regulasi, anggaran, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana, sehingga setiap daerah dapat menyesuaikan strategi dengan kondisi wilayahnya,” kata Hanifah, melansir dari Antaranews.com.

Selain itu, kata dia, pemerintah terus mendorong penghentian praktik open dumping, yang mana Kabupaten Banjar di Kalsel telah berhasil beralih ke sistem pengelolaan sampah lebih ramah lingkungan.

Baca Juga :   KECELAKAN MAUT Renggut Tujuh Nyawa, Lima Diantaranya Mahasiswa ULM dan UNUKASE

“Untuk Kota Banjarmasin masih menyelesaikan aspek teknis dan administratif sebagai syarat pencabutan sanksi, termasuk perbaikan instalasi pengolahan dan penguatan sistem pengendalian lingkungan,” ujar Hanifah.

Hanifah juga menegaskan peningkatan tata kelola secara menyeluruh menjadi kunci agar berbagai program, termasuk pembangunan fasilitas berbasis teknologi dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

Menyikapi kondisi itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel Rahmat Prapto Udoyo menegaskan pemerintah daerah setempat terus memperkuat sistem pengelolaan sampah agar selaras dengan kebijakan nasional dalam pengurangan dan penanganan sampah. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca