MASYARAKAT Pesisir Diminta Waspadai Banjir Rob

- Penulis

Selasa, 13 Mei 2025 - 23:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur. (Foto: ANTARA/Devita Maulina)

Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur. (Foto: ANTARA/Devita Maulina)

SuarIndonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat di wilayah pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob atau air pasang laut dan dampaknya.

“Ini sebagai pencegahan dini supaya masyarakat bisa mengantisipasi dan waspada karena perairan pesisir kita juga termasuk yang berpotensi terjadi banjir rob,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam di Sampit, Selasa (13/5/2025).

Fenomena bulan purnama berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga berpotensi menyebabkan banjir rob.

Informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ada 19 wilayah yang berpotensi terjadi banjir rob pada 7-24 Mei 2025.

Sejumlah perairan di Kalimantan Tengah juga termasuk yang berpotensi dilanda banjir rob pada 17-21 Mei 2025, yakni perairan Kuala Jelai, Pantai Lunci, Kumai, Teluk Sampit dan Kuala Pembuang.

“Perairan Teluk Sampit termasuk yang berpotensi dilanda banjir rob di wilayah kita, makanya kami kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi kemungkinan dampak banjir rob,” tutur Multaza dilansir dari AntaraNewsKalteng.

Kewaspadaan terhadap banjir rob sangat penting, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di pantai perairan Teluk Sampit dan sekitarnya. Hal ini untuk mencegah adanya korban jiwa jika banjir rob benar-benar terjadi.

Berdasarkan data, Senin (23/5) lalu, banjir rob melanda pantai Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12:10 WIB itu menyebabkan enam rumah nelayan di Dusun Kalap Desa Ujung Pandaran hancur akibat disapu banjir rob.

Baca Juga :   VIRAL! Rebutan Masuk SPBU Ala MotoGP di Kobar

Saat itu banjir rob atau pasang air laut dengan ketinggian sekitar satu meter tiba-tiba menghantam kawasan itu. Untungnya warga setempat sempat menyelamatkan diri sehingga tidak sampai ada korban jiwa.

Banjir yang kemudian surut sekitar pukul 17:00 WIB menyebabkan lima rumah hancur total terbawa banjir akibat tiangnya tercabut dan satu rumah rusak parah.

Ancaman musibah seperti inilah yang perlu diwaspadai ketika terjadi banjir rob. Tidak terkecuali bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya karena biasanya sungai juga ikut meluap merendam permukiman sehingga rawan ancaman keselamatan dan serangan satwa liar seperti buaya.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau perkembangan situasi. Kami juga melakukan pemantauan menggunakan drone untuk melihat pergerakan ketinggian permukaan air sebagai bahan pemantauan,” kata Multazam menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SMAN 2 Katingan Kuala Juara Nasional Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026
KARHUTLA Meluas, Gubernur Agustiar Desak Helikopter Segera Tiba
KARHUTLA KOTIM: Status Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 15 September
PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng
314 NAKES-Logistik Dikirim ke Provinsi Terdampak Karhutla
PERKUAT Ikhtiar Hadapi Kemarau Melalui Salat Istisqa
KUALITAS Udara Kota Palangka Raya “Berbahaya”
CEGAH Dampak Asap Karhutla, Kotim Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca