SuarIndonesia — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, bakal menghapus sejumlah aset daerah senilai Rp917 miliar yang berada di Kecamatan Sepaku dan masuk wilayah Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) untuk diserahkan ke pemerintah pusat.
“Kami sudah data dan catat aset milik pemerintah kabupaten di Sepaku yang masuk wilayah IKN,” ujar Kepala Badan Keuangan dan Aset (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara Muhajir saat ditanya mengenai aset daerah yang masuk delineasi IKN di Penajam, Rabu (25/6/2025).
Setelah melakukan pendataan dan pencatatan jumlah aset daerah yang masuk wilayah IKN, seluruh aset itu akan dihapus dari daftar aset milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Berdasarkan peraturan, aset daerah yang secara garis batas (delineasi) masuk wilayah IKN otomatis atau dengan sendirinya menjadi milik pemerintah pusat diambil alih Otorita IKN.
Hasil pendataan dan pencatatan aset milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara di Kecamatan Sepaku dan masuk wilayah IKN, jelas dia, nilainya sekitar Rp917 miliar.
Aset yang terdiri dari peralatan mesin, bangunan, tanah, jalan, jaringan irigasi dan lainnya tersebut diambil alih karena masuk dalam delineasi IKN yang bakal menjadi wilayah otonom sendiri di masa mendatang.
“Aset-aset daerah di kawasan IKN untuk sementara masih dalam status kepemilikan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Muhajir, dilansir dari AntaraNewsKaltim.
“Tapi, aset milik pemerintah kabupaten yang masuk wilayah IKN itu nantinya akan diserahkan kepada pemerintah pusat,” tambahnya.
Pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan kompensasi atas diambil alihnya aset milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, kompensasi itu dapat dialokasikan untuk menunjang pembangunan dan pengembangan bagi wilayah kabupaten yang dikenal Benuo Taka itu
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus memperjuangkan adanya timbal balik dari pemerintah pusat agar wilayah kabupaten daerah dan terdekat IKN tersebut tidak semakin tertinggal terkait infrastruktur.
“IKN proyek strategis nasional (PSN) atau proyek besar-besaran,” demikian Muhajir. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















