MAHASISWA Ingatkan Kerusakan Lingkungan dengan Bagikan Bibit Pohon

MAHASISWA Ingatkan Kerusakan Lingkungan dengan Bagikan Bibit Pohon

SuarIndonesia – Dengan membagikan bibit pohon kepada pengguna jalan yang melintas di persimpangan Jalan Lambung Mangkurat Kota Banjarmasin secara gratis diharapkan bisa menyadarkan masyarakat bahwa kondisi alam saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Itulah tujuan yang diinginkan para puluhan mahasiswa lintas perguruan tinggi yang menggelar aksi mimbar bebas di perempatan Hotel A itu, Minggu (6/6/2021) petang.

Dengan mengenakan setelan hitam-hitam, para mahasiswa tersebut membentangkan spanduk yang bertuliskan kalimat-kalimat peringatan kepada Pemerintah terkait kondisi alam Kalimantan Selatan saat ini.

Salah satu peserta aksi, Muhammad Dede Yusuf, menjelaskan, bahwa aksi damai yang ia lakukan bersama rekan mahasiswa lainnya itu merupakan bentuk teguran terhadap pemerintah. Khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

 

membagikan bibit pohon kepada pengguna jalan yang melintas di persimpangan Jalan Lambung Mangkurat

 

“Selain memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni kemarin, aksi ini juga dilakukan juga untuk memperingatkan kepada para oligarki yang dengan mudah memberikan izin operasional tambang,” ucapnya.

Menurutnya, maraknya keberadaan tambang batu bara di Bumi Lambung Mangkurat merupakan salah satu penyebab hancurnya kondisi alam yang sekarang ini terjadi.

“Bibit pohon buah yang kami bagikan ini juga merupakan sebuah peringatan kepada warga agar mereka sadar kalau saat ini kondisi alam kita sedang tidak baik-baik saja,” ungkap pemuda dengan sapaan Dede itu.

Ia mengklaim, bahwa pihaknya sudah melakukan kajian terkait kondisi lingkungan saat ini. Bahkan hasil kajian tersebut sudah diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami mengajukan audiensi terkait hasil kajian itu. Tapi sampai saat ini belum ada respon dari mereka (DPRD Kalsel),” tegas Kepada Departemen Pergerakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tersebut.

Ia membeberkan, dari hasil kajian tersebut didapat kesimpulan kalau kondisi alam Kalimantan Selatan sekarang ini memang terdapat kerusakan. Sehingga sangat diperlukan perhatian dari pemerintah.

“Kami harap bisa diberi ruang untuk audiensi dan ada upaya pembenahan agar kerusakan lingkungan khususnya di Kalimantan Selatan ini bisa kembali pulih,” tandasnya.(SU)

 307 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: