SuarIndonesia – Pasar Wadai Ramadan 1447 H di kawasan Tugu Nol Kilometer Banjarmasin, seluruh stan disediakan secara gratis bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan meminta masyarakat untuk melaporkan jika ditemukan pungutan liar.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Kalsel, Hasnuryadi, Kamis (19/2/2026), dibarengi dengan pemukulan rebana oleh Sekda Provinsi Kalsel, M Syarifuddin, Ketua DPRD Provinsi Kalsel Supian HK, Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR.
Dibuka sebagai bagian dari upaya memeriahkan bulan suci Ramadan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga tradisi kuliner Ramadan.
Kegiatan tahunan ini hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarmasin berlangsung hingga 17 Maret 2026, dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 Wita.
Tahun ini, Pasar Wadai menghadirkan sebanyak 200 stan. Selain menyajikan berbagai kuliner khas Ramadan, kegiatan juga diramaikan dengan National Halal Fair, Pasar Raya TPID VI, festival Islami, talkshow, tausiah menjelang berbuka puasa, serta layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Hasnuryadi menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan kebersihan lingkungan selama pelaksanaan kegiatan. Ia mengingatkan pelaku UMKM untuk memastikan makanan yang dijual halal dan aman dikonsumsi, serta mengurangi penggunaan sampah plastik.
“Yang paling penting, makanan yang dijual harus halal dan aman dikonsumsi. Selain itu, kebersihan harus dijaga, termasuk mengurangi sampah plastik untuk mendukung upaya memperindah kota,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk berbelanja di lapak UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Menurutnya, hasil belanja tersebut juga dapat dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian dan mempererat silaturahmi.
Sementara itu, Yamin menyampaikan bahwa antusiasme pelaku UMKM tahun ini meningkat signifikan, dengan jumlah pendaftar mencapai sekitar 600 orang. Namun, kapasitas stan tetap dibatasi sebanyak 200 unit guna menjaga kenyamanan pengunjung.
“Tahun ini sangat ramai dan pendaftarnya luar biasa banyak. Kami tetap menyediakan 200 stan seperti tahun sebelumnya, meskipun pendaftar mencapai 600 orang. Tentu ada proses kurasi karena keterbatasan lahan,” jelasnya.
Menyinggung kebersihan lingkungan Yamin mengimbau kepada masyarakat dan pelaku UMKM untuk aktif mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.
Langkah nyata ini diperkuat dengan peluncuran 1.582 Agen 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang baru saja diresmikan.
Agen-agen ini bertugas memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pemilahan sampah, pengurangan sampah plastik, dan pengolahan sampah hingga menjadi kompos.
“Kami berharap masyarakat tidak mencampur sampah mereka. Harapan kita, melalui Agen 3R ini, budaya memilah sampah bisa tumbuh dan Banjarmasin tetap terjaga kebersihannya meski di tengah keramaian acara,” tuturnya.
Yamin berharap kegiatan Pasar Wadai Ramadan tahun ini mampu meningkatkan perputaran ekonomi dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Kota Banjarmasin juga memastikan seluruh stan disediakan secara gratis bagi pelaku UMKM dan meminta masyarakat untuk melaporkan jika ditemukan pungutan liar.
“Ini semua gratis. Jika ada yang memasang tarif, segera laporkan kepada kami agar dapat segera ditindak,” tegasnya.
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















