Kesbangpol Gelar FGD Wawasan Kebangsaan untuk Guru PKn

- Penulis

Rabu, 20 Februari 2019 - 20:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbanghpol) Banjarmasin melaksankan Focus Group Discussion (FGD) wawasan kebangsaan di Aula BKD Diklat, Jalan Hasan Basri, Kayu Tangi II, Banjarmasin Utara, Rabu (20/2/2019) pagi.

Kegiatan yang dihadiri para guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari 24 sekolah SLTP/SMP sederajat, baik negeri maupun swasta di Banjarmasin itu, tidak lain untuk memberikan pemahaman betapa pentingnya arti dari wawasan kebangsaan, khususnya bagi generasi milenial.

Kasubid Wawasan Kebangsaan, Kesbangpol Banjarmasin, Drs H Budiono mengatakan, Kesbangpol memilih dan menyasar generasi milenial tentunya bukan tanpa alasan. Mengingat, di era milenial yang tentunya tak bisa dihindari oleh siapapun yang ingin berkembang tentu sedikit banyaknya da hal negatif yang bisa saja berdampak bagi keutuhan bangsa dan negara.

“Perubahan lingkungan juga ikuti bagaimana generasi milenial ini jangan hanyut dalam kehidupan yang sifatnya baru. Tapi juga harus memahami akar pokok berdirinya negara, indikator bagaimana negara menjadi kuat. Hal itu yang harus dipahami generasi milenial,” ucapnya di sela kegiatan.

Menurutnya, memang sudah sepatutnya pola pembinaan wawasan kebangsaan terus diberikan sebagai filter sekaligus menjadi rambu-rambu agar pengaruh pesatnya perkembangan era globalisasi sekarang ini bisa terus berimbang dengan rasa memiliki dan mencintai bangsa dan negara.

“Walaupun kita orang yang modern tapi tetap harus menjaga nilai-nilai berbangsa dan bernegara. Tetap harus menjadi warganegara yang baik. Memahami wawasan kebangsaan, sehingga menjadi modal untuk mempertahankan NKRI,” ucapnya di sela kegiatan.

Di samping itu, dalam diskusi yang menghadirkan pemateri dari TNI dan akademi tersebut, masalah-masalah yang dihadapi guru dalam memberikan pembinaan kepada murid di sekolah juga disampaikan. Sehingga diharapkan hal tersebut bisa menjadi feedback agar ke depan bisa menjadi solusi cara menyikapi permasalahan yang muncul.

Baca Juga :   SOSIALISASI Instruksi Jaksa Agung, Kajati Kalsel : Manfaatkan Forum dan Diskusikan Semua Kendala

Kemudian, dari hasil FGD dengan mengusung tema “Wawasan Kebangsan di Era Milenial” yang dilaksanakan untuk pertama kalinya di 2019 ini, diharapkan juga bisa menghasilkan sebuah informasi serta rekomendasi bagi guru untuk menjadi modal pembinaan siswa dan siswi di sekolah masing-masing.

“Rekomendasi nanti paling tidak bisa jadi referensi bagi guru untuk bisa menyamakan nilai wawasan kebangsaan, dan kemudian bisa di bagi siswa mereka,” jelasnya.

Sementara itu, pemateri dari Akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Prof DR Acep Supriadi menilai, cepatnya pergerakan teknologi baik dari segi ekonomi, sosial dan budaya memang sangat berpengaruh terhadap karakteristik di masyarakat.

Dia mengambil contoh seperti halnya startup unicorn, yang baru-baru ini booming diperbincangkan di masyarakat. Perubahan pola bisnis berbasis IT tersebut tentunya memiliki nilai yang begitu positif.

Sebab, pola-pola semacam itu bisa memberikan kemudahan dalam berinteraksi dan bertransaksi. Akan tetapi, yang perlu diingat lanjut Acep, ada hal negatif yang juga turut muncul. Seperti membuat hubungan sosial masyarakat menjadi minim.

“Jadi alangkah baiknya, hal-hal semacam ini harus diimbang. Kita tidak mungkin menolaknya. Tapi paling tidak kita bisa memberikan keseimbangan di dalamnya,” ujarnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli
TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha
KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh Lengah”
PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau
JASAD MEMBUSUK Tergantung di Pohon Ditemukan Seorang Pelajar
JARINGAN NARKOTIKA Antarprovinsi 59 Pelaku Diringkus Polda Kalsel, Barang Bukti Sabu 75,2 Kg dan 15.742 Ekstasi
SABU 43,8 KILOGRAM Disita Polda Kalsel dari Pelajar, Kaki Tangan Gembong Fredy Pratama
CDOB Tanah Kambatang Lima Bakal Masuk Paripurna DPRD Kalsel

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 00:18

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 22:33

ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli

Selasa, 14 April 2026 - 22:21

SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Selasa, 14 April 2026 - 18:56

TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”

Selasa, 14 April 2026 - 15:23

KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh Lengah”

Selasa, 14 April 2026 - 00:16

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Senin, 13 April 2026 - 23:06

TAK AMPUN MAAF Bagi Seili Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi Selat Hormuz mulai dibuka kembali setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. (pixabay/ ELG21).

Internasional

ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:43

Kilang Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai di Dumai, Riau. (Dok Antara/Aswaddy H)

Bisnis

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:18

Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalimantan Utara memusnahkan 1,7 ton media pembawa tanpa dokumen karantina dengan menggunakan incinerator di Satpel Bandara Juwata Tarakan, Provinsi Kaltara, Selasa (14/4/2026). (Balai Karantina Kaltara)

Kaltara

DIMUSNAHKAN 1,7 Ton Media Pembawa tanpa Dokumen

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:08


Fairid Naparin, Wali Kota Palangka Raya. (Antara)

Kalteng

FAIRID: Tak Ada Pemberhentian PPPK

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:00

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca