KEMEN LH-Pemko Banjarmasin Gencarkan Gerakan Indonesia Asri

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 20:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR dan Inpektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Komjen Pol Winarto saat ikut aksi gotong royong Gerakan Indonesia Asri membersihkan lingkungan di kawasan Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Senin (9/3/2026). (Dok Humas Pemko Banjarmasin)

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR dan Inpektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Komjen Pol Winarto saat ikut aksi gotong royong Gerakan Indonesia Asri membersihkan lingkungan di kawasan Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Senin (9/3/2026). (Dok Humas Pemko Banjarmasin)

SuarIndonesia — Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) dan Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melaksanakan aksi gotong royong membersihkan lingkungan di kawasan Pasar Sentra Antasari guna menggencarkan Gerakan Indonesia Asri.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Senin (9/3/2026), menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda kunjungan kerja Kemen LH dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH-BPLH) untuk memantau pengelolaan sampah, termasuk peninjauan fasilitas TPS 3R.

“Ini menjadi motivasi bagi kami. Bagi kami ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan, khususnya sampah, adalah perhatian serius pemerintah pusat dan harus ditindaklanjuti di daerah,” ujar Yamin.

Menurut dia, persoalan sampah di Banjarmasin tidak bisa diselesaikan hanya melalui pengangkutan ke tempat pembuangan akhir. Pemkot mulai mendorong perubahan perilaku masyarakat agar memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

Dia menegaskan setiap kesempatan pertemuan dengan masyarakat selalu dimanfaatkan untuk menyampaikan pentingnya mengurangi penggunaan plastik dan membiasakan pemilahan sampah.

Pihaknya juga memperluas peran bank sampah, memperkuat fasilitas TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta membentuk jaringan agen pengelolaan sampah di tingkat RT yang bertugas menyosialisasikan pemilahan dan pengolahan sampah kepada warga.

Menurut Yamin, mengubah kebiasaan masyarakat tidak bisa terjadi secara instan sehingga membutuhkan konsistensi kebijakan dan dukungan anggaran.

“Kami sadar mengubah kebiasaan masyarakat tidak bisa cepat. Tetapi kalau dimulai dari rumah masing-masing, melalui RT, bank sampah, dan TPS 3R yang diperkuat, maka persoalan sampah di Banjarmasin perlahan bisa teratasi,” ucap Yamin dilansir dari Antaranews.com.

Langkah tersebut juga menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah Kota Banjarmasin menerapkan kewajiban pengelolaan sampah dari sumbernya bagi ASN. Jika tidak menjalankan aturan tersebut, dapat mempengaruhi penilaian kinerja.

Baca Juga :   PLN Kerja Tanpa Henti Kembalikan Keadaan Kelistrikan Kalselteng

Sementara itu, Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup, Komjen Pol Winarto mengatakan, kegiatan apel dan gotong royong (Korvei) ini dilaksanakan di berbagai daerah sebagai bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

“Kegiatan Korvei hari ini merupakan bagian dari gerakan nasional Indonesia Asri yang merupakan arahan langsung dari Presiden. Gerakan ini dilaksanakan serentak untuk mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dalam menjaga lingkungan,” kata Winarto.

Menurut dia, keberhasilan program lingkungan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sehari-hari.

Melalui gerakan yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat ini, Banjarmasin diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0
GUNUNG TITI Sasaran Kapolres HST “Long March” Peduli Lingkungan hingga Antisipasi Potensi Karhutla
KECELAKAAN BERUNTUN di Kawasan Lingkar Utara Dipicu Kabut Asap
MISTERI Seorang Nelayan Tewas Berdarah Tergeletak di Rumah Warga Terus Diselidiki Polisi
ZIARAH MAKAM Memperingati 164 Tahun Wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari
DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger
TERULANG KARHUTLA Melanda kawasan Golf Ujung Sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor
TEWAS TERLUKA, Pria Warga Kelayan B Ini Tergeletak di Depan Rumah Warga

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:19

POLRI Mutasi 199 Personel, Termasuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Serta 7 Wakapolda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:07

PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:59

GUNUNG TITI Sasaran Kapolres HST “Long March” Peduli Lingkungan hingga Antisipasi Potensi Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:41

REALIZA ANTI CHAMAS dari Brasil Diujicobakan untuk Padamkan Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:38

MISTERI Seorang Nelayan Tewas Berdarah Tergeletak di Rumah Warga Terus Diselidiki Polisi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:17

DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:24

TERULANG KARHUTLA Melanda kawasan Golf Ujung Sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:54

MOTOGP Indonesia 2026 – Marc Marquez Menang Sprint Race

Berita Terbaru

BKSDA dan YIARI Kalbar melakukan translokasi terhadap delapan orang utan Kalimantan yang kehilangan habitat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca