KAMPUNG Gambut Siantan Hilir jadi Model Konservasi Pertanian Organik

- Penulis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 21:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 25 anggota kelompok binaan Program CSR Tanduraya Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio menyambangi Balai Kampung Gambut Siantan Hilir Kota Pontianak, Kalimantan Barat. (ANTARA/Rendra Oxtora)

Sebanyak 25 anggota kelompok binaan Program CSR Tanduraya Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio menyambangi Balai Kampung Gambut Siantan Hilir Kota Pontianak, Kalimantan Barat. (ANTARA/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Kampung Gambut Siantan Hilir yang terletak di Kota Pontianak, Kalimantan Barat menjadi contoh nyata keberhasilan konservasi lahan gambut melalui pendekatan pertanian organik dan pemberdayaan masyarakat.

“Model pengelolaan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk 25 orang petani dari kelompok binaan Program CSR Tanduraya Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio yang melakukan kunjungan studi banding ke mari,” kata Ketua Badan Usaha Milik Rukun Warga (BUMRW) 33, Irwan di Pontianak, Selasa (5/8/2025).

Dia menjelaskan kunjungan yang berlangsung di Balai Kampung Gambut itu bertujuan mempelajari praktik pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan tanpa merusak fungsi ekologisnya.

“Selama ini lahan gambut dikenal sebagai ekosistem rapuh yang kaya karbon dan memiliki peran vital dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, pengelolaannya membutuhkan metode khusus agar tidak menimbulkan kerusakan atau risiko kebakaran,” tuturnya.

Irwan menjelaskan bahwa warga di Siantan Hilir dulunya sangat bergantung pada pupuk kimia. Namun berkat serangkaian pelatihan, mereka mulai beralih ke sistem pertanian organik sebagai bagian dari konservasi tanah dan air di lahan gambut.

“Setelah belajar membuat pupuk organik cair (POC), eco enzyme, dan kompos, kami bisa menurunkan penggunaan pupuk kimia hingga 80 persen. Ini sangat membantu menjaga kesuburan gambut secara alami,” kata Irwan, dilansir dari ANTARANews.

Lahan gambut di kawasan tersebut memiliki kedalaman antara 6 hingga 9 meter, dan selama ini dikelola tanpa metode pembakaran. Hal ini menjadi poin penting dalam menjaga struktur dan kelembapan gambut agar tidak mengalami degradasi.

Baca Juga :   KARHUTLA Ketapang: Satu Korban Meninggal

Selain aspek lingkungan, masyarakat juga mengembangkan kawasan ini sebagai agrowisata edukatif, yang menggabungkan praktik pertanian organik dengan kegiatan wisata berbasis alam. Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada konservasi, tetapi juga memberi nilai ekonomi tambahan bagi warga.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok binaan Program CSR Tanduraya Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio, Saban menyampaikan bahwa pihaknya sangat terinspirasi dari model pengelolaan di Kampung Gambut.

“Wilayah kami juga memiliki lahan gambut. Melihat inovasi yang dikembangkan di sini, kami yakin pendekatan serupa bisa kami terapkan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan tanpa merusak lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Area Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Kalimantan, Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan harapannya agar kunjungan ini menjadi momentum bagi para petani untuk mulai menerapkan praktik ramah lingkungan dalam mengelola lahan gambut.

“Konservasi gambut melalui pertanian berkelanjutan adalah salah satu langkah nyata dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Ini tidak hanya tentang produksi pangan, tetapi juga menjaga fungsi ekologis gambut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lahan gambut di Kalimantan Barat merupakan salah satu cadangan karbon terbesar di Indonesia. Pengelolaan berbasis komunitas seperti di Kampung Gambut Siantan Hilir menjadi solusi efektif dalam menghadapi ancaman kerusakan gambut dan sekaligus menciptakan sumber ekonomi hijau bagi masyarakat sekitar. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

POTENSI Karhiutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
WN MALAYSIA DITANGKAP Mau Selundupkan 21,49 Kg Sabu
KASUS TAMBANG EMAS ILEGAL: Pabrik PT SJU Disita Bareskrim
WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat
PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026
FESTIVAL BAKCANG 2026 Singkawang Hadirkan Beragam Tradisi dan Atraksi Budaya

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:47

JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:41

POLRESTA Banjarmasin ‘Memburu” Balap Liar dan Amankan Delapan Motor, Ditilang Tiga Bulan

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:12

MUDA CINTA BUDAYA FEST 2026: Diramaikan Puluhan Penari

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:06

JADIKAN MURARAM Momentum Perubahan, Ini Ajakan dari Wabup Balangan

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:41

BERKOBAR API di Mess Karyawan Perusahaan Tambang PT BBP

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:29

POTENSI Karhiutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:10

KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:52

KETAHANAN PANGAN, Dewan Kalsel Dorong Penguatan Sektor Peternakan dari Hulu ke Hilir

Berita Terbaru

Angelia Hutabarat berpose saat dirinya diterima sebagai seleksi sukarelawan dalam perhelatan pesta bola sedunia, FIFA World Cup 2026. (Foto: Dokpri Angelia Hutabarat)

Internasional

ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Jun 2026 - 23:55

Kedatangan jemaah haji Kloter 08 Debarkasi Banjarmasin asal gabungan dari Kalsel dan Kalteng tiba di tanah air setelah melaksanakan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Minggu (14/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

Kalsel

JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba

Minggu, 14 Jun 2026 - 23:47

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca