JU AE ‘Hyangdo’, Spekulasi Putri Kim Jong Un Jadi Pewaris Takhta

- Penulis

Rabu, 20 Maret 2024 - 01:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen Kim Jong Un dan putrinya Ju Ae saksikan latihan perang militer Korut. [KCNA via REUTERS]

Momen Kim Jong Un dan putrinya Ju Ae saksikan latihan perang militer Korut. [KCNA via REUTERS]

SuarIndonesia — Anak perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Ju Ae, dipanggil dengan istilah khusus ‘hyangdo’ oleh media pemerintah Pyongyang. Sebutan itu perkuat spekulasi Ju Ae disiapkan menjadi penerus ayahnya.

Seperti dikutip detikNews dari AFP, Selasa (19/3/2024), media pemerintah Korut pada Sabtu (16/3/2024) menyebut “hyangdo” yang berarti “orang hebat yang menjadi pembimbing”. Istilah tersebut biasanya digunakan secara khusus untuk para pemimpin tertinggi dan penerus mereka.

Para analis menyebut bahwa ini merupakan pertama kalinya putri Kim Jong Un digambarkan seperti itu oleh media Korut. Selama ini putri Kim Jong Un tidak pernah disebut namanya oleh media pemerintah Pyongyang, namun diidentifikasi sebagai Ju Ae oleh intelijen Korea Selatan (Korsel).

Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) menilai penyebutan khusus itu memperkuat spekulasi yang berkembang seputar rencana suksesi Kim Jong Un.

Disebutkan Kementerian Unifikasi Korsel bahwa mereka tidak “mengesampingkan” jika putri Kim Jong Un mungkin akan menjadi penerus kepemimpinan Korut. Beberapa waktu terakhir, Ju Ae sering muncul ke publik saat mendampingi ayahnya menghadiri acara-acara penting.

“Biasanya istilah ‘hyangdo’ hanya digunakan untuk merujuk pada pejabat tertinggi,” sebut juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Koo Byoung Sam.

“Kami tidak mengesampingkan kemungkinan suksesi Ju Ae,” imbuhnya, sembari menambahkan bahwa Seoul “memantau situasi dan tetap terbuka terhadap berbagai kemungkinan”.

Namun, dia juga memperingatkan jika Ju Ae nantinya menggantikan ayahnya sebagai pemimpin keempat negara terisolasi tersebut maka “rakyat Korea Utara akan menanggung dampak terburuknya”.

Ju Ae pertama kali diperkenalkan ke publik oleh media pemerintah Korut tahun 2022 lalu, ketika dia menemani Kim Jong Un saat mengawasi peluncuran rudal balistik antarbenua. Sejak itu, media resmi Korut menyebut putri Kim Jong Un dengan banyak sebutan, termasuk “bintang pagi Korea” dan “anak tercinta”.

Dia muncul dalam banyak acara resmi Korut bersama ayahnya, termasuk latihan militer, kunjungan ke pabrik senjata, dan singgah ke peternakan ayam terbaru.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Dalam salah satu foto yang dirilis Pyongyang pada Sabtu (16/3/2024) waktu setempat, Ju Ae tampak menggunakan teropong untuk mengamati latihan pasukan terjun payung baru-baru ini, berdiri di samping ayahnya dan jajaran pejabat senior militer Korut.

Pertama Kali Ju Ae Dibawa ke Publik
Seperti dilansir Associated Press pada Jumat (6/1/2023) tahun lalu, Kim Jong Un secara terbuka mengajak serta putrinya saat menghadiri sedikitnya tiga acara publik beberapa bulan terakhir, yakni di lokasi peluncuran rudal, saat sesi foto dengan ilmuwan senjata dan saat melakukan tur ke fasilitas rudal.

Media pemerintah Korut menyebut putri Kim Jong Un sebagai ‘anak yang paling dicintai’, yang memicu perdebatan di luar soal apakah anak itu dipersiapkan sebagai ahli waris kekuasaan ayahnya, meskipun diyakini dia barus berusia sekitar 9-10 tahun.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (Korsel) atau NIS dalam pertemuan tertutup dengan komisi parlemen pada pekan ini membahas soal tujuan Kim Jong Un mengungkapkan salah satu anaknya yang bernama Ju Ae ke hadapan publik.

Menurut salah anggota parlemen Korsel yang menghadiri pertemuan tertutup itu, Yoo Sang Bum, NIS mengungkapkan keyakinan bahwa Kim Jong Un membawa putrinya ke tempat umum untuk menunjukkan kepada warga Korut soal tekadnya melakukan transisi kekuasaan turun-temurun dalam keluarganya.

Namun, sebut Yoo, NIS juga menilai bahwa penampilan putri Kim Jong Un di hadapan publik itu tidak berarti dia secara langsung akan menggantikan sang ayah nantinya.

Laporan media Korsel menyebut Kim Jong Un memiliki tiga anak, yakni lahir tahun 2010, tahun 2013 dan tahun 2017. Anak pertama Kim Jong Un dilaporkan berjenis kelamin laki-laki, sedangkan anak ketiga berjenis kelamin perempuan. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran
IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!
TEHERAN: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, dan Tertutup untuk Musuh Iran

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 00:18

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 22:33

ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli

Selasa, 14 April 2026 - 22:21

SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Selasa, 14 April 2026 - 18:56

TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”

Selasa, 14 April 2026 - 15:23

KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh Lengah”

Selasa, 14 April 2026 - 00:16

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Senin, 13 April 2026 - 23:06

TAK AMPUN MAAF Bagi Seili Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi Selat Hormuz mulai dibuka kembali setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. (pixabay/ ELG21).

Internasional

ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:43

Kilang Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai di Dumai, Riau. (Dok Antara/Aswaddy H)

Bisnis

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:18

Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalimantan Utara memusnahkan 1,7 ton media pembawa tanpa dokumen karantina dengan menggunakan incinerator di Satpel Bandara Juwata Tarakan, Provinsi Kaltara, Selasa (14/4/2026). (Balai Karantina Kaltara)

Kaltara

DIMUSNAHKAN 1,7 Ton Media Pembawa tanpa Dokumen

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:08


Fairid Naparin, Wali Kota Palangka Raya. (Antara)

Kalteng

FAIRID: Tak Ada Pemberhentian PPPK

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:00

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca