INFLASI Tahunan Terkendali, Kalsel Berkontribusi Jaga Stabilitas Harga Nasional

- Penulis

Rabu, 30 Oktober 2024 - 14:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Command Center Kalsel, Banjarbaru pada Senin (28/10/24) (SuarIndonesia/Adv)

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Command Center Kalsel, Banjarbaru pada Senin (28/10/24) (SuarIndonesia/Adv)

Suarindonesia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) turut berperan dalam menjaga inflasi yang terkendali.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pun mengapresiasi capaian inflasi tahunan (Year-on-Year) pada September 2024 yang mencatat angka terendah sejak digelarnya Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dua tahun lalu.

Angka inflasi nasional mencapai 1,84 persen, yang diakui sebagai hasil kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (Pemda), serta kementerian/lembaga terkait dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat

Diungkapkan Gubernur Kalsel melalui Kepala Dinas Perdagangan, Sulkan, perkembangan inflasi di wilayahnya yang tercatat sedikit di atas rata-rata nasional pada angka 1,98 persen YoY.

“Alhamdulillah, inflasi di Kalimantan Selatan stabil hingga minggu kelima Oktober 2024,” ujar Sulkan setelah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Command Center Kalsel, Banjarbaru pada Senin (28/10/24).

Menurut Sulkan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kalimantan Selatan pada minggu keempat Oktober mencatat rata-rata -0,23 persen.

Beberapa wilayah seperti Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, Balangan, dan Banjarbaru mengalami IPH di atas rata-rata provinsi akibat kenaikan harga daging sapi, daging ayam ras, telur, gula pasir, dan minyak goreng.

Sementara itu, dalam rakor pengendalian inflasi itu, Mendagri Tito mengungkapkab telah telah menyampaikan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai inflasi September kepada Bapak Presiden dan Presiden Terpilih, yang menyambut baik pencapaian ini.

Angka 1,84 persen year-on-year adalah prestasi besar,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta.

Baca Juga :   TRUK PENGANGKUT Rokok Ilegal Ditaksir Bernilai Miliaran Rupiah Disita Bea Cukai Banjarmasin

Mendagri menyoroti pentingnya pengawasan terhadap dua komponen utama inflasi: inflasi inti (core inflation) yang cenderung stabil, mencakup sektor pendidikan, kesehatan, dan rekreasi, serta inflasi bergejolak (volatile inflation) yang dipengaruhi dinamika suplai dan permintaan, terutama pada sektor pangan dan energi.

“Kita melihat kenaikan pada perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,38 persen yang termasuk dalam inflasi inti. Kenaikan ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat karena permintaan terus tumbuh,” ujarnya.

Sejalan dengan hal ini, Mendagri menanggapi pandangan ekonom terkait deflasi pada beberapa sektor, seperti rekreasi, restoran, dan perawatan pribadi, yang disebabkan menurunnya permintaan.

Namun, Tito menekankan daya beli masyarakat secara umum tetap kuat, dibuktikan oleh inflasi inti yang masih naik.

“Kita adalah negara produsen, bukan hanya konsumen. Jika terjadi deflasi berlebihan, masyarakat konsumen mungkin diuntungkan, tetapi petani dan produsen lokal bisa mengalami kerugian karena tidak bisa menutupi biaya operasional,” tegasnya.

Mendagri mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala daerah atas peran aktifnya dalam menjaga stabilitas harga.

“Kinerja rekan-rekan kepala daerah dalam mengendalikan inflasi daerah masing-masing sangat membantu pencapaian inflasi nasional ini,” tutup Tito.(ADV/RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MAFIA BERAS SPHP harus Dibongkar hingga ke Akarnya
PENYALURAN BSU 2027 Masih Disiapkan
SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban
BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan
MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.
HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026
KKP Bagikan Gratis 4.582 Kapal Ikan Modern ke Nelayan
KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terbaru