“IDEALNYA PSBB di Banjarmasin Diperpanjang,” kata Pakar Epidemiologi

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2020 - 14:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Dengan masih tingginya angka covid di Banjarmasin, idealnya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperpanjang.

Pakar Epidemiologi Dharma Putra mengatakan hal tersebut saat tampil menjadi narsum pelatihan kedaruratan Covid-19 bagi insan pers di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kamis (21/05/2020).

Mantan Sekdakab Barabai Ini mengatakan, pertimbangannnya ketegasan dalam pelaksanaan PSBB harus benar-benar dilakukan.

Karena, ujarnya, secara data kasus Covid-19 angkanya selalu mengalami kenaikan yang seperti tidak terkontrol. Padahal hal ini bisa dicegah dengan cara kerjasama yang baik bersama masyarakat.

Bahkan, katanya pemerintahan berhak mengatur dan bertindak tegas. Misalnya, di pasar banyak warga yang tidak menggunakan masker, berarti pengawas pasar bisa saja pecat. Atau pemilik toko tidak menggunakan masker, toko bisa saja ditutup.

“Jadi selama ini belum ada tindakan tegas. Siapa lagi kalau bukan pemerintah agar angka covid terkontrol dan hingga tidak ada,” ungkap Direktur Rumah Sakit Sambang Lihum ini.

Bahkan dari sisi epidemiologi kasus penularan Covid-19 semakin dekat akan semakin beresiko. Misalnya kasus di suatu desa banyak yang terpapar, maka desa terdekat sangat rawan tertular dan semakin berkurang ketika semakin jauh.

Baca Juga :   STATUS TERSANGKA Gubernur Kalsel Paman Birin, Gugur ! Menang Praperadilan Lawan KPK

Begitu juga tingka kepatuhan masyarakat sangat mempengaruhi angka penularan. Misalnya, berapa persen kepatuhan masyarakat menggunakan masker di pasar tempat cuci tangan di pasar dan lainnya.

“Masyarakat adalah sumber penentu kasus penularan. Semakin peduli, semakin jauh dari resiko penularan,” tuturnya.

Sementara itu juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Machli Riadi, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait lanjut tidaknya PSBB.

“Keputuan usulan atau lanjut PSBB Jilid III, menunggu hasil Rapat Walikota pada hari ini dan kami siap aja. Karena tugas kesehatan Kota jelas menekan angka perkembangan penderita covid,” demikian Kadis Kesehatan dr Mahcli.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya
DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur
PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:38

KALTENG Prioritas Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:29

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:21

PERAMPOK EMAS Diringkus saat Sembunyi di Penginapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:13

MN TEWAS DITUSUK 4 Kali Usai Pesta Miras, Pelaku AD Sempat Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Berita Terbaru

Wanita ODGJ di Palangka Raya yang mengamuk (duduk). (Foto: Dok Polsek Pahandut)

Kalteng

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:29

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca