ICRAF INDONESIA Sampaikan Hasil Riset Peat-IMPACTS di Kalbar

- Penulis

Jumat, 25 Oktober 2024 - 23:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengelolaan lahan gambut oleh kelompok masyarakat di Kabupaten Kayong Utara. (Dokumentasi ANTARA/HO)

Pengelolaan lahan gambut oleh kelompok masyarakat di Kabupaten Kayong Utara. (Dokumentasi ANTARA/HO)

SuarIndonesia — ICRAF Indonesia menyampaikan hasil riset proyek Peat-IMPACTS kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai bentuk akhir dari program yang telah berlangsung selama lima tahun, menjelang penutupannya pada Desember mendatang.

“Hasil riset ini dirangkum dalam dokumen Rekam Jejak Peat-IMPACTS, yang secara simbolis diserahkan oleh Direktur ICRAF Indonesia Andree Ekadinata kepada bapak Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar Amung Hidayat di Pontianak, kemarin,” kata Koordinator Proyek Peat-IMPACTS Indonesia, Feri Johana, di Pontianak, Jumat (25/10/2024).

Dia menjelaskan dokumen tersebut mencakup rangkuman kolaborasi dan hasil riset yang dilakukan ICRAF bersama mitra-mitra di Kalbar, termasuk perhitungan emisi karbon di lahan gambut yang melibatkan Kementerian Pertanian dan BRIN.

“Dokumen ini merupakan rekam jejak kegiatan lima tahun, yang memuat segala bentuk kerja sama dalam proyek Peat-IMPACTS di berbagai tingkatan,” tuturnya.

Selain memuat perhitungan emisi, lanjutnya, dokumen ini mengulas penyusunan perlindungan ekosistem gambut di Kalbar dan langkah intervensi pendanaan di tingkat kabupaten serta desa. Feri berharap dokumen ini dapat dibaca dengan mudah dan menjadi panduan bagi pengelolaan gambut pada masa mendatang.

“Kami susun sedemikian rupa agar cepat dipahami, sehingga lebih efektif sebagai panduan pengelolaan gambut yang berkelanjutan,” kata dia.

Baca Juga :   DUA PENDULANG EMAS Tewas Tertimbun Pasir

Direktur ICRAF Indonesia Andree Ekadinata menekankan pentingnya riset Peat-IMPACTS dalam mendukung keberlanjutan lahan gambut.

“Ekosistem gambut di Kalbar memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim, penyimpanan karbon, dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Hasil riset ini diharapkan mampu mendorong langkah keberlanjutan ke depannya,” kata Andree, melansir dari Antara.

Kepala DLH Kalbar Amung Hidayat mengapresiasi kontribusi ICRAF di Kalbar dan mengungkapkan komitmen pemerintah untuk melanjutkan capaian dari program tersebut, yang dinilai penting dalam upaya pengelolaan gambut secara lintas sektor pada lahan gambut seluas 2,7 juta hektare.

“Kami bertekad menjaga kelestarian gambut ini, sehingga masyarakat sekitar turut merasakan manfaatnya,” kata Amung.

Pada kesempatan itu Andree juga mengapresiasi kontribusi para pemangku kepentingan, kelompok masyarakat, dan mitra yang turut mendukung keberlanjutan ekosistem gambut.

“Melalui penghargaan #Pahlawan Gambut Award, berbagai pihak diharapkan semakin terinspirasi untuk menjaga lahan gambut sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim di Kalbar,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
WN MALAYSIA DITANGKAP Mau Selundupkan 21,49 Kg Sabu
KASUS TAMBANG EMAS ILEGAL: Pabrik PT SJU Disita Bareskrim
WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat
PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca