BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

SuarIndonesia — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama Tim Project Management Unit Norwegia Contribution (PMU-NC) 2 dan 3 mengevaluasi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) program FOLU Net Sink 2030 di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Koordinator Tim PMU-NC 2 dan 3 Azan Akbar Senga dalam keterangannya di Banjarmasin, Jumat (19/6/2026), mengatakan evaluasi dilaksanakan untuk mengukur keberhasilan penanaman dalam mendukung peningkatan serapan karbon.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dilaksanakan di areal Kelompok Tani Hutan (KTH) Berkat Sholawat binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong yang berlokasi di Desa Pasar Batu, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, sebagai bagian dari pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan yang didukung pendanaan Result Based Contribution (RBC).

Tim monitoring terdiri atas perwakilan BPDLH, PMU-NC 2 dan 3, serta Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel yang melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kegiatan rehabilitasi berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperoleh data tingkat keberhasilan tumbuh tanaman pada areal rehabilitasi.

“Kegiatan peninjauan dan evaluasi ini bertujuan untuk memverifikasi dan memvalidasi pelaksanaan penanaman yang telah dilakukan. Selain itu, kami juga melakukan pengambilan sampel untuk mengukur tingkat keberhasilan tumbuh tanaman sebagai bagian dari evaluasi program,” kata Azan Akbar.

Dalam peninjauan lapangan, tim melakukan verifikasi terhadap kondisi tanaman dan perkembangan vegetasi pada lokasi rehabilitasi. Hasil pengamatan menunjukkan berbagai tanaman hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan tanaman bernilai ekonomi yang dikembangkan masyarakat tumbuh dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang positif.

Jenis tanaman yang ditanam pada areal rehabilitasi itu antara lain jengkol, karet, durian, dan lengkeng. Selain berfungsi meningkatkan tutupan vegetasi dan mendukung pemulihan lahan, tanaman tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Kegiatan peninjauan dipimpin Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PDASRHL) Dishut Kalsel Alip Winarto didampingi Kepala Seksi RHL Dishut Kalsel Engkos Koswara yang turut meninjau kondisi tanaman serta perkembangan vegetasi pada lokasi kegiatan.

Alip Winarto mengatakan RHL merupakan salah satu langkah strategis untuk memulihkan kualitas lingkungan, meningkatkan tutupan vegetasi, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas bernilai ekonomi.

Baca Juga :   SATGAS DARAT Kunci Kendalikan Karhutla

“Melalui kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan ini, kita tidak hanya berupaya memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan tutupan vegetasi, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan tanaman yang memiliki nilai ekonomi,” tuturnya.

Ia mengatakan keberhasilan RHL merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPDLH, Kesatuan Pengelolaan Hutan, kelompok tani hutan, hingga para mitra pendukung yang terlibat dalam pelaksanaan program di lapangan.

“Kami berharap program RHL yang didukung melalui pendanaan FOLU Net Sink 2030 dapat terus berkontribusi terhadap peningkatan serapan karbon, pemulihan kualitas lingkungan, pengurangan lahan kritis, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ujar Alip Winarto.

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel mengevaluasi tanaman rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Jumat (19/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

Ukur keberhasilan rehabilitasi hutan FOLU di HST

Sementara itu, dilansir dari AntaraKalsel, BPDLH dan Tim PMU-NC Tahap II-III mengukur keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada areal seluas 82,86 hektare yang terdiri atas 17,26 hektare di Desa Tanah Habang, Kecamatan Batang Alai Selatan, dan 65,6 hektare di Desa Tapuk, Kecamatan Limpasu.

Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PDASRHL) Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel Alip Winarto di Hulu Sungai Tengah, Jumat, memimpin tim monitoring untuk memverifikasi kondisi tanaman, tingkat pertumbuhan, serta perkembangan vegetasi pada lokasi kegiatan rehabilitasi.

“Kami tinjau untuk memastikan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan berjalan sesuai ketentuan, serta mengetahui tingkat keberhasilan tumbuh tanaman yang menjadi indikator capaian program,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan
MOMENTUM Keluarga Besar Polresta Banjarmasin Mengenang Perjuangan dan Keteladanan Rasulullah SAW
BMKG: 1.079 Hotspot Terdeteksi pada Kamis
POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable
USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga
KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel
BPBD Kalsel: Lahan Terdampak Karhutla Seluas 9.088,75 Hektare
10 PENERBANGAN di Bandara Internasional Syamsudin Noor Terdampak Asap

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca