SuarIndonesia – Gaji 17 ribu ustadz dan ustadzah yang berada di bawah naungan BKPMRI se Kalsel terhitung mulai bulan April secara tidak langsung tak dibayar lagi, setelah proses belajar mengajar TK Al- Qur’an di masjid-masjid se Kalsel kegiatannya diliburkan karena mematuhi pemerintah dalam mendukung memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
“Penghentian ini secara otomatis karena memang gaji mereka dibayar melalui infaq para orang tua wali murid. Sehingga dengan tak ada kegiatan tentu saja tak ada penghasilan,’’ ucap Wakil Ketua BKPMRI Kalsel Drs H Ustadz Fachrulrazi di sela-sela memimpin penyemprotan masjid-masjid di Banjarmasin, Sabtu dan Minggu (19/04/2020).
Didampingi Sekretrasi BKPMRI Kalsel Drs Budiono, Fachrulazi yang mewakili Ketua Umum BKPMRI Kalsel Drs H Hermansyah, mengatakan dengan penghentian gaji karena dampak dari mewabahnya virus Covid-19 ini pada umumnya para ustadz dan ustadzah sudah mengetahui.

Bahkan seluruh ustadz dan ustadzah se Indonesia pada umumnya mengalami dampak yang sama.
Mengenai penyemprotan masjid yang mempunyai TK Al Qur’an di bawah naungan BKPMRI ini digalakkan serempak ke seluruh Indonesia sesuai arahan gugus tugas pusat, termasuk di Kalsel yang dimulai di Banjarmasin dengan target 77 masjid dilakukan bertahap.
Tujuannya menggelar penyemprotan disinfektan di masjid yang mempunyai TK Al Qur’an ini untuk mencegah covid-19 di masjid-masjid. Karena sejak memasuki pandemi Covid-19 seluruh TK Al Qur’an di bawah naungan BKPMRI Kalsel juga tidak melakukan aktivitas atau menghentikan proses belajar mengajar yang biasanya diselenggarakan di masjid-masjid.
Ia juga mengakui untuk pembelajaran TK Al Qur’an yang dilakukan secara teleconference memang terbatas para murid yang hafalan , tetapi untuk pembelajaran baca tulis belum bisa dilaksanakan sehingga dihentikan karena mematuhi peraturan pemerintah dalam larangan pengumpulan anak didik sekaligus untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ustadz Fachrulrazi juga mengatakan selain kegiatan penyemprotan, BKPMRI Kalsel juga melakukan pembagian sembako pada ustadz dan ustadzah.
“Kita maunya se Kalsel mendapatkan semuanya tetapi masih dirapatkan bersama pengurus, karena pada umumnya ustadz dan ustadzah juga terkena dampak Covid-19 sehingga sangat wajar jika mereka diberikan paket sembako,’’ucapnya.
Salah seorang pengurus masjid yang disemprot disinfektan mengaku bersyukur ada perhatian pengurus BKPMRI di mana masjid dan TK Al Qur’an dilakukan penyemprotan.
Sedangkan untuk Banjarmasin Timur yang disemprot Sabtu dan Minggu masing-masing Masjid Ash-Shobirin, Al-Ikhlas, At-Taubah, Darut Taubah, Ar-Rufaqo, Hidayatus Shalihin, Almubarokah, Ar-Raudah, Thoriqotul Jannah, Miftahul Khair, dan Asy Syafaah.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















