SuarIndonesia – Penetapan awal puasa tahun ini sudah diterbitkan melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 yang ditanda tangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.
Berdasarkan hisab organisasi Islam ini dan ilmu astronomi menunjukkan, sehari sebelum 1 Ramadan 1442 Hijriah atau pada Senin 12 April 2021.
Perhitungan menunjukkan tinggi bulan pada saat terbenam matahari berada di posisi 3 derajat 44′ dan 38. Pada hari itu ditetapkan sebagai ijtimak atau saat bulan dan bumi berada di posisi bujur langit yang sama.
“Malam Selasa bulan sudah tinggi, 3 derajat maka besoknya hari Selasa adalah tanggal 1 Ramadhan 1442,” kata DPW Muhammadiyah Kalsel, Tajuddin Noor, baru-baru ini.
Muhammadiyah belum menentukan sikap terkait dengan Salat Tarawih berjamaah. Apakah akan sama seperti tahun sebelumnya yaitu tak menggelar Salat Tarawih secara berjamaah.
Hingga saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi khususnya di Kalimantan Selatan. Bahkan angka kasus penularan masih terus meningkat, meski program vaksinasi telah berjalan.
“Dewan pimpinan wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan masih menunggu arahan pimpinan pusat.
Saat ini salat berjamaah digelar di seluruh masjid dan mushala dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Kalsel, Nasrullah menerangkan penetapan awal Ramadan masih menunggu Rukyatul Hilal dan juga sidang Isbat bersama pemerintah dan juga seluruh organisasi Islam termasuk Muhammadiyah.
Rukyatul Hilal sendiri memang sudah umum dilaksanakan oleh Nahdatul Ulama (NU).
“NU secara umum melakukan Rukhyatul Hilal. Rukhyat artinya melihat bulan dengan kasat mata. Maka disitulah, kita memulai ibadah puasa atau awal bulan suci Ramadhan.
Selain itu, kami mengikuti pemerintah dengan sidang Isbat,” tandasnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















