Suarindonesia – Menyusul akan dilaksanakan pesta demokrasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota membuat tensi politik do daerah makin panas. Maklum selain tingkat propinsi, dari 13 kabupaten/kota di Kalsel tujuh di antaranya akan melangsungkan Pilkada serentak 2020 mendatang termasuk Banjarmasin adalah salah satunya.
Sejumlah sumber menyebut bahwa Pilwali 2020 semakin ketat. Hal ini mengingat calon-calon yang kian santer masuk dalam bursa pilwali, boleh dikatakan bukan orang sembarangan. Misalnya Hasnuryadi Sulaiman (Golkar), berpasangan dengan H Yamin (Gerindra), Ibnu Sina (PKS), Hj Karmila Muhidin (PAN) dan Wawali H Hermansyah maju dengan jalur independen.
Dengan majunya putri sulung H Muhidin mantan Walikota Banjarmasin, Hj Karmila makin membuat gerah lawan politik.
Namun sang petahana, H Ibnu Sina menanggapi bagus jika banyak calon dan itulah dinamika politik, ujar politisi PKS ini.
H Karmila merupakan peraih suara terbanyak dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Daerah pemilihan (Dapil) 1 Banjarmasin.
Namanya kian diperhitungkan mengingat ketokohan sang ayah, H Muhidin. Menariknya, nama Ir H Nurul Fajar Desira yang digadang-gadang mendampingi Hj Karmila.
Dikonfirmasi wartawan nantan Blbirokrat Pemko Banjarmasin Ir H Nurul Fajar Desira hanya tersenyum. Ia memilih tak berkomentar.
“No comment,” jawab singkat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel ini.
“Sampai sekarang saya masih birokrat dan belum berbicara soal politik. Kami masih dipercaya Pemerintah Provinsi menjabat sebagai Kepala Bappeda Kalsel,’’ ungkap Fajar yang ramah kepada wartawan ini.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















