MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 22:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyusuri lorong Gudang Bulog Panaikang untuk memastikan secara langsung kondisi dan stok beras nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). (Antara/Harianto)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyusuri lorong Gudang Bulog Panaikang untuk memastikan secara langsung kondisi dan stok beras nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026). (Antara/Harianto)

SuarIndonesia — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan stok cadangan beras pemerintah, yang dikelola Perum Bulog, tetap stabil mencapai 4,5 juta ton di tengah gejolak Timur Tengah, sehingga ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan aman.

“(Stok beras pemerintah) sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama republik ini berdiri. Jadi, nggak usah diragukan,” kata Mentan di sela meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026).

Ia mengatakan lonjakan stok beras tersebut merupakan hasil nyata dari kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam waktu singkat, sehingga bisa mewujudkan swasembada komoditas tersebut.

Hal itu dapat tercapai dengan adanya kebijakan peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi 20 persen, transformasi pertanian modern, dan berbagai kebijakan strategis lainnya.

“Sekarang ini, (sesuai) arahan Bapak Presiden Prabowo, program prioritas utama Presiden itu terbukti bisa menaikkan produksi beras dalam waktu yang singkat, hanya satu tahun,” ujar Amran dilansir dari Antara.

Menurutnya, kondisi stok saat ini bahkan telah melampaui kapasitas gudang yang tersedia, sehingga pemerintah harus menambah ruang penyimpanan melalui skema sewa.

“Gudang kita sudah penuh, kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang. Ini kita akan sewa lagi ke depan. Kemungkinan, ke depan itu, dalam 10 hari, 20 hari, stok (beras) sudah 5 juta ton,” ucapnya.

Mentan Amran pun menekankan bahwa capaian ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Indonesia.

“Pernah nggak dengar Republik Indonesia punya beras stok 5 juta ton? Jadi, nggak usah khawatir, pangan aman,” tegasnya.

Di tingkat daerah, peningkatan stok juga terlihat signifikan, khususnya di Sulawesi Selatan yang kini mencapai 761 ribu ton atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga :   KALIMANTAN Tawarkan 15 Proyek Strategis Rp62,13 Tiliun kepada 20 Calon Investor

“Di Sulawesi Selatan saja, dulu itu 300 ribu ton, hari ini (stok beras) 761 ribu ton, dua kali lipat. Stok seluruh Indonesia 4,5 juta ton. Dalam 20 hari lagi, 5 juta ton dan tidak menutup kemungkinan dua bulan ke depan 6 juta ton,” jelasnya.

Untuk mendukung penyerapan hasil produksi petani, pemerintah juga terus memperluas kapasitas penyimpanan.

“Bayangkan, dulu gudangnya yang disewakan ke orang karena tidak ada isinya. Sekarang ini sewa gudang,” ucap Amran.

Ia memastikan kondisi stok yang melimpah telah diverifikasi langsung melalui pengecekan menyeluruh di lapangan.

“Kita harus cek langsung. Kita tidak boleh, bukan saatnya kita pura-pura. Kami lihat di depan, kami lihat truk. Ini gudang paling belakang, ini semua penuh,” tegas Amran.

“Ini tolong disampaikan kepada orang yang tidak percaya. Dan, yang tidak percaya, boleh mengecek gudang seluruh Indonesia,” tambahnya.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga dalam jangka panjang.

Ia menambahkan jika memperhitungkan stok, cadangan di sektor horeka (hotel, restauran, dan kafe), serta potensi panen yang sedang berlangsung, maka ketersediaan pangan nasional dipastikan aman.

“Artinya, 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman,” kata Amran menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca