DIKAJI Penyediaan Penyeberangan Roda Empat Sampit-Seranau

- Penulis

Senin, 14 April 2025 - 23:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rody Kamislam, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur. (Foto: ANTARA/Norjani A)

Rody Kamislam, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur. (Foto: ANTARA/Norjani A)

SuarIndonesia — Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah bersama PT Dharma Lautan Utama (DLU) segera melakukan kajian untuk penyediaan penyeberangan kendaraan roda empat rute Sampit-Seranau Kalteng.

“Kemarin kami sudah ada menjajaki dengan PT Dharma Lautan Utama. Kami akan berkunjung bersama KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) untuk membicarakan dan menganalisa kemungkinan untuk bisa ditempatkan kapal penyeberangan menggunakan kapal RoRo (roll-on/roll-off) yang bisa mengangkut kendaraan roda empat,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur Rody Kamislam di Sampit, Senin (14/4/2025).

Kecamatan Seranau berada di seberang pusat Kota Sampit. Kecamatan ini dipisahkan oleh Sungai Mentaya dengan lebar sekitar 350 meter.

Rody tidak menampik penjajakan yang dilakukan pemerintah kabupaten untuk menyediakan feri penyeberangan mobil ini setelah rencana pembangunan Jembatan Mentaya dibatalkan.

Awalnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berencana membangun Jembatan Mentaya yang akan menghubungkan Sampit-Seranau.

Namun belakangan pembangunan jembatan sepanjang 970 meter dengan bentang tengah 200 meter yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp2 triliun itu batal dilaksanakan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memutuskan memilih membantu kelanjutan pembangunan jalan di kawasan seberang yang membentang antara Desa Cempaka Mulia Timur Kecamatan Cempaga melintasi Kecamatan Seranau hingga Kecamatan Pulau Hanaut yang berbatasan dengan Kabupaten Katingan.

Guna memuluskan rencana itu, ruas jalan tersebut yang awalnya merupakan jalan kabupaten, dialihkan statusnya menjadi jalan provinsi.

Dari Rp200 miliar dana yang dibutuhkan, kabarnya 2025 ini akan digelontorkan sebesar Rp50 miliar dan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Baca Juga :   DITANGKAP! Pelaku Pencurian di Rumah Kosong

Melihat kondisi inilah, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menilai perlu solusi agar isolasi daerah antara Sampit-Seranau ini bisa diatasi. Caranya adalah dengan menyiapkan feri penyeberangan mobil atau kendaraan roda empat.

Saat ini, armada angkut penyeberangan Sampit-Seranau dilayani dua operator swasta yang melayani kegiatan pengangkutan feri sepeda motor dan penumpang.

Selain itu ada pula kelotok yang dikelola masyarakat, namun lebih diutamakan untuk penumpang.

Jumlah pengguna jasa penyeberangan ini terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Perhubungan, jumlah kendaraan roda dua dari Sampit ke Seranau dan sebaliknya yang diangkut setiap harinya berkisar 700-800 unit sepeda motor.

“Kalau bisa masuk kendaraan roda empat ini, harapannya nanti pembangunan di Seranau menjadi semakin terbuka. Apalagi di seberang disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Kalau di sana dikembangkan wisata juga bagus,” kata Rody, dilansir dari AntaraNewsKalteng. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KOTA SAMPIT Berpotensi Terdampak Kabut Asap
FORKOT APRESIASI Pulih Sistem Kelistrikan, Tapi tidak Menghapus Tanggung Jawab Hukum PLN
PT PLN Belum Menjawab Substansi Keberatan Administratif, LBH Borneo Nusantara Ajukan Banding
TIGA PELAKU UTAMA Kasus Pembunuhan Polisi Digiring ke Palangka Raya
151,7 HA Lahan di Kotim Ludes Terbakar
BERMUNCULAN Titik Api Karhutla di Kotim, Petugas Kewalahan
PASCATRAGEDI Katingan: Warga Tumbang Kalemei Diultimatum Serahkan Senpi Ilegal
KARHUTLA Kobar: 113 Hektare Lahan Terbakar, Belasan Hotspot Muncul di Kotim

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:34

BUKA SUARA ! Pelapor Babe Aldo Merasa Terzalimi hingga Ranah Pribadi dan Apresiasi Polda Kalsel

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:23

KABID HUMAS : Penahanan Babeh Aldo Guna Proses Penyidikan, Begini Reaksi Tim Kuasa Hukum Tersangka

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:10

LAKA LANTAS, Motor-Gerobak Pedagang Makanan Ditabrak Mobil

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:33

NASIB KRITIKAN Babeh Aldo Berujung Ditahan Penyidik Polda Kalsel

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:24

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:17

HELIKOPTER Water Bombing Dioptimalkan Tangani Karhutla

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:04

TKD BERKURANG, Anggaran Dinas PUPR Kalsel 2027 Anjlok 800 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20

PATROLI HUMANIS Perkuat Kedekatan dengan Warga Sungai Miai Dalam

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kanan) memberikan keterangan kepada pers usai rapat koordinasi membahas peraturan presiden (Perpres) terkait ojek daring (ojol) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Foto: Antara/Fath Putra M)

Nasional

PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung

Kamis, 23 Jul 2026 - 23:03

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kanan) menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Foto: Antara/Fath Putra M)

Nasional

NANIK S Deyang Diminta jadi Dewan Pengawas BGN

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:56

Petugas kepolisian mengecek barang bukti yang ditampilkan saat konferensi pers kasus judi online jaringan internasional, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Antara/Fauzan/kye)

Bisnis

PERPUTARAN Dana Judol Rp40,3 T pada Triwulan I-2026

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:24

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca