DEMI BEKANTAN Ratusan Marngrove Rambai Ditanam

DEMI BEKANTAN Ratusan Marngrove Rambai Ditanam

SuarIndonesia – Demi Bekantan Satwa Langka yang dimiliki Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), tidak bisa hidup sembarang, ia perlu tempat tinggal khusus.

Pepohonan yang biasa digunakan habitat bekantan untuk hidup Marngrove Rambai (Sonneratia Caseolaris).
Daunnya yang lebat dan penuh nutrisi membuat Bekantan betah tinggal di pohon tersebut.

Pada peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang jatuh pada 10 Agustus setiap tahun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, menanam 150 batang mangrove rambai di pesisir Anjir Muara, Barito Kuala, Senin (10/8.2020) lalu.

Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, sebut, kegiatan melibatkan Komunitas Nelayan Peduli Lingkungan dan Sahabat Bekantan Indonesia.

“Dengan melibatkan masyarakat secara diharapkan masyarakat berperan aktif menjaga mangrove yang memberikan manfaat baik secara ekologi maupun ekonomi,” ujar Hanifah.

Ia menyebut penanaman pohon mangrove rambai sebagai bukti nyata pemerintah dalam melestarikan lingkungan. Peran mangrove kaya manfaat.

“Peran mangrove di antaranya sebagai habitat satwa langka, dalam hal ini Bekantan. Mangrove juga berperan untuk melindungi dari abrasi, memelihara iklim mikro, penyerap carbon, dan sumber plasma nutfah,” papar Hanifah.

Menurutnya, mangrove juga dapat memproduksi nutrisi, sehingga mangrove tersebut dapat menjadi tempat berkembang biak binatang air payau, baik udang, kepiting, maupun ikan jenis air payau.

“HKAN tahun ini menjadi momentum penting untuk secara terus menerus melakukan aksi nyata konservasi, dan konservasi ini pada akhirnya menjadi gaya hidup bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga kelestarian alam berkesinambungan,” harap Hanifah.

Ia juga mengingatkan konservasi tidak hanya dimaknai sekedar menanam pohon mangrove.

Tetapi semua upaya menjaga dan melindungi alam terhadap potensi kerusakan adalah konservasi. (RW)

 

 148 total views,  3 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: