ASN PEMPROV Diminta Donorkan Plasma Konvalesen

- Penulis

Kamis, 22 Juli 2021 - 22:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Meningkatnya kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan tak berbanding lurus dengan ketersediaan plasma konvalesen yang digunakan sebagai terapi penyembuhan pasien Covid-19 yang bergejala.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit mengatakan, kondisi itu dikarenakan masih minimnya penyintas Covid-19 yang menjadi pendonor plasma darah.

“Sampai-sampai ada petugas kami yang kelelehan untuk memenuhi permintaan. Walaupun kerjanya sudah pakai sistem shift,” ungkapnya saat ditemui awak media di kantor kerjanya, Kamis (22/07/2021).

Sedangkan trend kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) sedang meningkat. Yang biasanya hanya memproduksi puluhan kantong saja dalam sebulan, kini belum akhir Juli 2021 pihaknya sudah memproduksi 232 kantong plasma konvalesen.

Kendati demikian, pria dengan sapaan dr Rama itu mengaku jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi permintaan plasma konvalesen yang masuk ke UDD PMI Kota Banjarmasin.

“Memang banyak yang mendonorkan plasma darah, tapi banyak yang keruh yang artinya mempunyai komorbid atau penyakit bawaan. Dan itu tidak bisa digunakan sebagai donor plasma darah,” ujarnya.

“Terakhir masih ada sekitar lebih dari 100 antrian yang menunggu dapat plasma. Makanya petugas kita kewalahan,” tambahnya.

Baca Juga :   KPK: Eks Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Tetap Dilarang ke Luar Negeri

Karena itu, pihaknya sudah mensiasati kondisi ini dengan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel untuk menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi penyintas Cobid-19 agar mendonorkan plasma darahnya.

“Kami minta kerjasama pemprov dengan bentuk mendata ASN yang sudah pernah terkena Covid untuk pengecekkan Titter antibody. Sehingga bisa mendonorkan plasma.”

Ia menilai, potensi yang didapatkan dari data ASN Pemprov yang sembuh berjumlah lebih 35 ribu orang. Jika diambil berapa persennya saja, menurutnya jumlah tersebut bisa menutupi kekurangan plasma konvalesen.

“Satu orang bisa dapat sampai 2 kantong plasma konvalesen. Karena kondisi ini sudah urgen. Dan dari informasi yang didapat, UTD RSUD Ulin pun juga kewalahan, makanya minta ke kami juga,” tukasnya.

Di samping itu, menurutnya, jika ada orang yang ingin mendonorkan plasma, pihaknya tidak mengharuskan pendonor untuk datang ke Banjarmasin.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PELANTIKAN BESAR-BESARAN, Tercatat 167 Pejabat Struktural Pemprov Kalsel
KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar
PERKARA OTT KPK Tiga Eks Pejabat Kejari HSU Berkasnya Teregistrasi Segerisidangkan di PN Tipikor Banjarmasin
SEORANG BURUH di Banjarmasin Ancamkan Pisau dan Cabuli Anak Tiri, Berakhir Dicokok Polisi
DILANTIK EMPAT PEJABAT Termasuk Aspidsus dan Kajari, Begini Pesan Kajati Kalsel
PEMERIKSAAN SAKSI Pihak Tergugat Perkara Transaksi Tanah dan Perjanjian Pembayaran Ratusan Juta
KAYU LOG ILEGAL Disita di Kawasan Hutan Produksi Tanah Bumbu
TIM GEMOLOGI Australia-Prancis Teliti Berlian dan Warisan Geologi Meratus

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:21

PLAYOFF CHAMPIONSHIP: Adhyaksa FC Promosi ke Super League, Diwarnai Suporter Ricuh

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:22

KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:01

SATGAS HAJI Cegah Keberangkatan 80 WNI Terindikasi Haji Ilegal

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:26

KEMENKES Perbaiki Tata Kelola Program Dokter Magang

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:42

KAPOLRI: Rekomendasi KPRP Ditindaklanjuti Lewat Revisi Regulasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:36

KEMENDAGRI: DESLab untuk Edukasi Pemilu Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30

ROBI HERBAWAN Ditunjuk Menjadi Kabais TNI

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20

KEMENHAJ Larang JCH Tur Kota sebelum Puncak Haji

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca