ASISTEN Pelatih Barito ‘Berjuang’ Melawan Covid-19

- Penulis

Rabu, 8 April 2020 - 12:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ruang isolasi virus corona. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

SuarIndonesia – Asisten pelatih Barito Putera Yunan Helmi tidak pernah menyangka bakal terpapar Covid-19 atau virus corona yang saat ini sudah menjadi pandemi.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, entah bagaimana virus tersebut bisa masuk tubuh Yunan. Pelatih 45 tahun itu hanya ingat setelah Barito Putera kalah 0-4 dari Madura United di Stadion Gelora Pamekasan, 29 Februari lalu, dia sempat merasa tidak enak badan.

Trombosit Yunan menurun dan dokter di Rumah Sakit Suaka Insan, Banjarmasin, menyatakan ia terkena Demam Berdarah Dengue. Mantan pemain Barito Putera itu kemudian sempat dirawat selama empat hari.

“Keluhan pertama itu demam tinggi dan sakit kepala. Analisa dokter dengan hasil tes darah saya DBD. Kemudian diopname empat hari di RS Suaka Insan dengan kondisi trombosit turun. Setelah trombosit normal saya diperbolehkan pulang,” ucap Yunan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (8/4).

Namun, baru sehari keluar rumah sakit badan Yunan terasa semakin tidak nyaman. Demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas sempat dialami Yunan.

Setelah membaca referensi berita-berita, Yunan sadar memiliki gejala virus corona dan memutuskan kembali memeriksakan diri ke Rumah Sakit Suaka Insan. Atas dasar keluhan yang dialami, Yunan disarankan dokter untuk dirujuk dan diisolasi di RUSD Ulin Banjarmasin.

“Saya tidak tahu kena [virus corona] di mana, tertular dari siapa. Kapan tertularnya, apa waktu di Madura atau di Surabaya saya tidak tahu. Kita kan tidak tahu, orang yang saat itu dekat dengan kita batuk atau seperti apa,” ujar Yunan.

Saat dokter menyarankan diisolasi, Yunan tak pikir panjang untuk langsung menyetujuinya. Ia sadar kondisinya bisa mengancam keselamatan orang-orang terdekat, termasuk rekan satu tim di Barito Putera, istri dan anak-anaknya.

Lima hari pertama isolasi adalah waktu terberat buat Yunan. Bagaimana tidak, orang-orang terkasih yang biasanya mendampingi secara langsung ketika sakit dilarang mendekat.

Pengecekan untuk memastikan paparan virus corona di tubuh Yunan dilakukan tim dokter. Termasuk tes swab pertama yang hasilnya positif covid-19.

Hari-hari isolasi dijalani Yunan sebatang kara di sebuah ruangan sambil merasakan sakit tenggorokan dan kesulitan bernapas yang membuatnya harus menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator.

“Saya menjalani hari-hari berat di lima hari pertama isolasi. Itu masa kritis yang saya alami. Demam tinggi, sesak napas, badan lemas pakai oksigen karena napas saat itu pendek banget. Saya sendirian menahan sakit,” ujar Yunan.

Selama menjalani masa isolasi, Yunan berpikir mendapat ujian dari Tuhan yang harus diterima dan dijalani dengan ikhlas. Satu hal yang paling tidak kuat dirasakan Yunan di awal masa isolasi adalah ketika kesulitan bernapas. Selama lima hari nafsu makan Yunan juga hilang.

Baca Juga :   TIM MILBoard UI Juara Dunia di Unesco Youth Hackathon 2024

“Dukungan dari keluarga, tim di Barito Putera menimbulkan semangat buat saya harus sembuh. Saya mau sembuh, kasihan keluarga, istri dan anak-anak kalau sampai ikut terpapar juga. Makanya saya juga setuju buat isolasi waktu itu,” ujar Yunan.

Setelah melewati masa kritis di lima hari pertama, kondisi Yunan terus membaik. Selang ventilator dilepas, begitu juga dengan jarum infus yang menancap di tangannya terlepas.

Hari-hari di pengasingan dihabiskan Yunan untuk beribadah sembari menjalani pengobatan. Ia juga tidak melupakan olahraga yang dilakukan di dalam kamar.

Sesekali Yunan mendengarkan musik, menonton acara televisi sambil membaca berita untuk mendapatkan informasi terkini. Hampir setiap hari ia melakukan video call dengan keluarga untuk menghilangkan rasa rindu.

Tiga pekan setelah 14 Maret 2020 sejak Yunan diisolasi, namun tiga kali tes swab yang dijalani masih menunjukkan hasil positif yang membuatnya belum diperbolehkan pulang.

“Sekarang kondisi saya sangat bagus, tidak ada keluhan baik sesak napas, demam, batuk sudah tidak ada. Tapi saya masih isolasi sudah hampir tiga minggu karena hasil swab masih positif jadi belum bisa pulang,” ucap Yunan.

Meski sudah tidak ada lagi keluhan yang dirasakan, Yunan paham kondisinya belum aman sampai hasil tes swab berubah jadi negatif. Ia juga tahu, meski badannya kini sudah bugar, tapi virus corona masih menempel dan berpotensi menular ke orang lain.

“Hasil swab ada masih positif. Mudah-mudahan beberapa hari ke depan tes lagi dan hasilnya negatif untuk bisa memastikan saya boleh keluar [rumah sakit],” harap Yunan.

Yunan menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjalankan apa yang telah dianjutkan pemerintah. Mulai dari memakai masker sampai menerapkan social distancing maupun physical distancing. Terpenting adalah menjaga keselamatan diri dengan sadar pada kondisi sendiri.

“Alangkah baiknya kalau kira ikut tes karena itu bisa bantu deteksi dini dan pengobatannya. Kalau kita merasa sayang dengan orang yang kita sayangi, ikuti anjuran pemerintah. Jangan sampai ego kita membuat orang-orang di sekitar kita ikut terkontaminasi,” ucap Yunan.(RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

YUSRIL: Pemecatan Anggota TNI Pesan Tegas tak Ada Toleransi Kekerasan
KASUS ANDRIE YUNUS: Empat Anggota TNI Divonis 1,5–3 Tahun Penjara
OTT LANJUTAN Muara Enim: KPK Tangkap Lima ASN BPK
HARGA Pertamax dan Pertamax Green Naik
KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka
OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama
DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:38

KALTENG Prioritas Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:29

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:21

PERAMPOK EMAS Diringkus saat Sembunyi di Penginapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:13

MN TEWAS DITUSUK 4 Kali Usai Pesta Miras, Pelaku AD Sempat Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Berita Terbaru

Wanita ODGJ di Palangka Raya yang mengamuk (duduk). (Foto: Dok Polsek Pahandut)

Kalteng

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:29

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca