ANTRE Siswa SMP di Banjarmasin Bervaksin di Sekolah

ANTRE Siswa SMP di Banjarmasin Bervaksin di Sekolah

SuarIndonesia – Berdasarkan Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin yang dikeluarkan belum lama tadi, vaksinasi dengan sasaran peserta didik atau siswa dimulai pada Kamis (9/9/2021) pagi.

Dalam surat tersebut terdapat 11 sekolah di jenjang SMP dibawah koordinasi Disdik Kota Banjarmasin melaksanakan vaksinasi dosis pertama, yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 9, SMPN 10, SMPN 15, SMPN 24, SMPN 26 dan SMPN 30.

Seperti yang terlihat di SMPN 2 Banjarmasin, vaksinasi diikuti antusias oleh siswa. Dengan mengenakan seragam sekolah, para siswa terlihat semangat menunggu giliran untuk mendapatkan vaksin.

Nur Azkya Putri, Siswi kelas 9B mengaku, agak sedikit tegang saat akan menerima vaksin. Namun rasa tegang seketika hilang, setelah dirinya divaksin.

“Awalnya memang gugup takut sama jarum suntik. Tapi ternyata sakitnya tidak seperti yang dibayangkan,” ucapnya, saat ditemui awak media usai divaksin.

 

 

 

 

Ia mengaku, vaksinasi yang dilakukannya adalah atas keinginannya sendiri. Selain itu juga didukung oleh kedua orang tuanya, yang sudah lebih dulu divaksin.

“Orang tua sudah divaksin juga. Tidak ada persiapan khusus sebelumnya cuma sarapan dan banyak minum air putih. Sementara yang dirasakan sedikit kram di bagian yang disuntik,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Nabilah Syarafina, Siswi kelas 9B yang sempat tegang saat akan divaksin. Namun setelah divaksin dirinya merasa lega dan semakin untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jika sewaktu-waktu dimulai.

“Sudah ada izin juga dari orang tua untuk divaksin. Beliau dan keluarga juga sudah divaksin semua,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Banjarmasin, Satoli menargetkan, ada sebanyak 681 siswa yang akan divaksin, dalam waktu dua hari.

“Kita gelar dua hari. Hari ini (09/09) dan besok (10/09) untuk kelas 8 dan 9 sekitar 250 orang. Kemudian hari Sabtu (11/09) untuk kelas 7 dan 8,” jelasnya.

Ia mengakui, bahwa hasil survei izin orang tua siswa memang sempat fluktuatif untuk menerima vaksinasi ini. Selain itu sekitar 90 orang siswa juga telah mendapatkan vaksinasi di luar sekolah.

“Saat survei pertama ada sekitar 600 siswa yang orang tuanya setuju divaksin. Tapi saat survei kedua turun menjadi sekitar 500 siswa. Lalu survei ketiga naik lagi menjadi sekitar 800 siswa,” pungkasnya.

Terpisah. Pelaksanaan vaksinasi siswa di SMPN 24 di Komplek Madani I, Sultan Adam justru digelar secara sederhana.

Dari pantauan awak media, siswa yang mengikuti vaksinasi juga menggunakan seragam sekolah. Alias berpakaian bebas.

Bukan tanpa sebab. Dari data yang diterima awak media, presentasi orang tua yang tidak setuju anaknya divaksin adalah yang tertinggi, yakni sebesar 69,35 persen.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMPN 24, Susilo Rahayu berdalih bahwa hal itu disebabkan banyak orang tua yang belum menyerahkan hasil survei.

Selain itu, ia memprediksi banyak orang tua yang sudah membawa anaknya menerima vaksin di luar.

“Setelah ini akan kita rekap siswa yang divaksin. Nanti di situ ketahuan berapa jumlahnya. Kalau memang belum divaksin, kita tidak bisa juga memaksakan. Karena itu tanggung jawab orang tua dan juga bukan jadi syarat ikut PTM,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan vaksinasi di SMPN 24 hanya digelar satu hari. Di mana ada sebanyak 217 siswa yang mendapat persetujuan dari orang tuanya untuk mendapatkan vaksin.

“Total ada 708 siswa di SMPN 24. Yang sudah ada surat persetujuan orangtuanya sebanyak 217 siswa,” tutupnya. (SU)

 101 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: