YKAN Lindungi Penyu Kepulauan Derawan Bersama Coral Triangle

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 21:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyu di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (Dok YKAN)

Penyu di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (Dok YKAN)

SuarIndonesia — Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) memberikan perlindungan terhadap penyu di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur dan sekitarnya bersama enam negara yang tergabung dalam Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) demi menjaga keberlangsungan ekosistem laut.

Enam negara dalam Segitiga Terumbu Karang ini adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Negara Kepulauan Solomon.

“Dalam mendukung upaya pelestarian penyu di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, selain melibatkan warga lokal kami juga memanfaatkan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV),” kata Manajer Senior Perlindungan Laut YKAN Yusuf Fajariyanto di Berau, Senin (23/2/2026).

Bahkan, katanya, pada Oktober 2025 telah dilakukan survei udara dengan teknologi UAV guna memetakan sebaran penyu, populasi, dan penggunaan habitat di perairan.

Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Sea Turtle Nesting Beach Indicator Tools. Penggunaan UAV memungkinkan pengumpulan data spasial resolusi tinggi, jangkauan yang luas, dan efisien secara waktu dan biaya.

Integrasi data teknologi dengan pemantauan lapangan oleh masyarakat menjadi kesatuan penting dalam penyusunan rencana aksi perlindungan penyu di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS).

“Konservasi penyu merupakan kerja jangka panjang. Ketika masyarakat, pemerintah, dan mitra pembangunan berjalan bersama, kita tidak hanya melindungi penyu, tetapi juga menjaga masa depan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :   IKN Beri Ruang Satwa Liar dan Bangun Hutan Endemik

Selain dengan enam negara Segitiga Terumbu Karang, perlindungan penyu di KKP3K KDPS juga didukung oleh Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir (BMUKN) melalui International Climate Initiative.

Sementara Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie menyatakan bahwa perlindungan penyu baik di tingkat nasional maupun internasional sangat kuat, sehingga hewan langka ini tidak boleh ditangkap, diperdagangkan, maupun dimanfaatkan dalam bentuk apa pun.

“Di tingkat nasional seluruh jenis penyu dilindungi penuh dengan berlandaskan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan diperkuat dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025,” kata Syarif, melansir dari AntaraNews.

Penyu juga tercantum dalam CITES Appendix I serta Daftar Merah IUCN dengan status terancam hingga kritis, sehingga kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan konservasi penyu.

“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.500 pulau dan kawasan laut yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati global, termasuk penyu laut. Dari tujuh spesies penyu di dunia, enam di antaranya ditemukan di perairan Indonesia,” kata Syarif. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi
PEMBANGUNAN IKN Diarahkan ke Sembilan Wilayah Perencanaan
AKP DEKY Diperiksa dan Resmi Dipecat! Diduga Jadi Beking-Terima Dana dari Jaringan Narkoba
AKP BONAR Terancam Dipecat! Terlibat Jaringan Peredaran Narkotika
OIKN Berikan Payung Hukum Masyarakat Adat Jaga Kearifan Lokal IKN
OIKN Ambil Langkah Tegas Penegakan Hukum Pengrusakan Hutan
PEGUNUNGAN Liangpran, Satu Puncak Tertinggi di Kalimantan
SANGKULIRANG-MANGKALIHAT Dipersiapkan jadi Geopark Dunia

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:47

MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca