IKN Beri Ruang Satwa Liar dan Bangun Hutan Endemik

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu kawasan hutan di sekitar wilayah IKN dijadikan lokasi tujuan wisata alam. (Dokumen Humas OIKN)

Salah satu kawasan hutan di sekitar wilayah IKN dijadikan lokasi tujuan wisata alam. (Dokumen Humas OIKN)

SuarIndonesia — Ibu Kota Nusantara (IKN) di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan ruang bagi perlindungan satwa dan membangun kembali hutan endemik Kalimantan.

“IKN tetap memberikan ruang bagi perlindungan satwa liar,” ujar Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik Edgar Diponegoro, Jumat (20/2/2026), ketika ditanya menyangkut pembangunan dan lingkungan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara.

Pembangunan IKN memberikan ruang terhadap keliaran satwa, antara lain dengan membangun jembatan koridor satwa di atas jalan tol.

“Bangunan Jembatan koridor bukti model pembangunan IKN memberikan perlindungan terhadap satwa,” kata Edgar Diponegoro mengutip dari AntaraNews, Jumat (20/2/2026).

“Koridor satwa dibangun untuk menjamin keselamatan satwa liar yang melintas dan berhabitat di kawasan itu,” tambah Edgar Diponegoro.

Koridor satwa berbentuk jalan yang disediakan agar satwa liar tetap dapat berpindah tempat tanpa terganggu dengan keberadaan Jalan Tol IKN.

Komitmen Otorita IKN mewujudkan kota hutan di ibu kota baru Indonesia dengan membuat kebijakan melindungi satwa liar.yang ada di daerah itu, serta mengacu amanat undang-undang, pembangunan kawasan tidak boleh lebih dari 25 persen, sekitar 65 persen harus tetap berupa kawasan hutan.

Baca Juga :   LIMA Juta Pohon Restorasi untuk Pemulihan Kawasan IKN

“Membangun kembali hutan endemik Kalimantan dengan jenis tumbuhan dan hewan lokal, agar terbentuk iklim mikro,” kata Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN Onesimus Patiung.

Mengembalikan hutan tropis kepada kondisi asli sangat sulit, lanjut dia, karena banyak plasma nutfah (bahan genetik tumbuhan atau hewan) yang sudah hilang akibat penebangan liar, pembukaan lahan, dan pembakaran.

Pembangunan pusat plasma nutfah dan museum untuk mendokumentasikan kekayaan hayati tersisa tengah dilakukan di Persemaian Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kalimantan didominasi hutan tropis dengan ekosistem beragam dan khas, tanaman endemik menyusun hutan di Kalimantan tidak sama dengan di tempat lain, serta memiliki hutan kerangas di kawasan pesisir dan tanah berpasir miskin unsur hara, demikian Onesimus Patiung. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
PENYEMPROTAN Eco-Enzyme Tekan Polusi Udara
AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat
KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik
PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri
KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca