UNJUK Rasa Maut, 7 Orang Tewas Ditembaki

- Penulis

Senin, 28 Agustus 2023 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan orang di Haiti melakukan demonstrasi untuk menuntut keamanan dari geng-geng yang melakukan kekerasan ketika pembunuhan dan penculikan melonjak dan baru-baru ini 7 orang tewas ditembaki. (AP Photo)

Ribuan orang di Haiti melakukan demonstrasi untuk menuntut keamanan dari geng-geng yang melakukan kekerasan ketika pembunuhan dan penculikan melonjak dan baru-baru ini 7 orang tewas ditembaki. (AP Photo)

SuarIndonesia — Keadaan mencekam terjadi di Ibu Kota Haiti, Port-au-Prince. Tujuh orang tewas ditembaki saat demonstrasi menentang kekerasan geng bersenjata.

Dikutip detikNews dari CNN, Senin (28/8/2023), aksi protes dipimpin sebuah gereja di pinggiran Port-au-Prince. Setidaknya, tujuh orang tewas jadi korban tembakan oleh kelompok geng bersenjata.

Marie Yolène Gilles, direktur kelompok hak asasi manusia Fondasyon Je Klere, mengatakan kepada CNN, ratusan orang dikumpulkan oleh seorang pemimpin gereja Kristen, berbaris di Canaan, pinggiran utara ibu kota Port-au-Prince. Mereka menentang kekerasan geng, lalu geng lokal melepaskan tembakan dari senapan mesin.

Direktur Pusat Analisis dan Penelitian Hak Asasi Manusia Gédéon Jean menduga jumlah korban yang terbunuh pada Sabtu (26/8) itu kemungkinan bertambah. Mengingat, banyaknya jumlah orang yang ikut dalam aksi tersebut.

“Ada tanggung jawab ganda yang harus ditegakkan: tanggung jawab pendeta yang membawa orang-orang tak bersalah ini ke tempat penjagalan, dan khususnya otoritas peradilan dan kepolisian yang tidak mencegah hal ini,” kata Jean seperti dilansir CNN, Senin (28/8/2023).

Baca Juga :   RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi

Jean mengatakan sejumlah orang terluka dalam penembakan itu. Selain itu, sebanyak 10 orang lainnya diyakini telah diculik.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan orang-orang berbaris di jalan, banyak di antaranya mengenakan kemeja kuning yang terkait dengan kelompok agama tersebut.

Sebuah video yang dibagikan kepada CNN oleh kelompok hak asasi manusia setempat menunjukkan mayat-mayat berlumuran darah di tanah. Mereka mengenakan kemeja berlogo kelompok agama tersebut.

Video lainnya di media sosial juga menunjukkan orang-orang di jalanan mengenakan kemeja kuning yang sama. CNN tidak dapat memverifikasi video-video ini secara independen. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18