BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 19:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga menangis saat mengikuti upacara pemakaman simbolis untuk kerabat mereka yang hilang karena banjir bandang di Kuil Pashupatinath, Kathmandu, Nepal, Rabu (2/9/2026). (Foto: AFP/Prakash Mathema)

Warga menangis saat mengikuti upacara pemakaman simbolis untuk kerabat mereka yang hilang karena banjir bandang di Kuil Pashupatinath, Kathmandu, Nepal, Rabu (2/9/2026). (Foto: AFP/Prakash Mathema)

SuarIndonesia — Banjir bandang dahsyat yang menimpa Nepal dan China menewaskan sejumlah korban tewas bertambah menjadi 1.280 per Kamis (3/9/2026), sementara lebih dari 5.620 orang masih hilang dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang memasuki pekan kedua.

Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana Nepal menyatakan 1.259 tewas, sementara 5.083 orang masih hilang. Jumlah korban hilang tersebut mencakup 583 orang asing. Lebih dari 21.400 personel keamanan telah dikerahkan.

Sejumlah keluarga korban hilang akibat banjir di Nepal itu menggelar upacara pemakaman simbolis untuk kerabat tercinta mereka.

Sementara itu, di negara tetangga, China, dilaporkan 21 tewas dan 541 orang masih hilang, termasuk 261 warga asing, menurut pihak berwenang setempat.

Di Rasuwa, salah satu daerah terdampak paling parah, sejumlah keluarga membuat patung pemakaman dari kaas-kush atau rumput suci dan melakukan ritual untuk membebaskan jiwa kerabat mereka yang hilang.

Menurut laporan Kathmandu Post, hal itu dilakukan karena para keluarga telah kehilangan harapan untuk menemukan jenazah kerabat mereka yang hilang karena banjir bandang.

Pada Rabu (2/9/2026), puluhan patung tersebut dikremasi dalam upacara pemakaman massal di Kuil Pashupati Aryaghat, yang terletak di tepi Sungai Bagmati, Kathmandu.

Sedangkan di Chitwan, daerah lain yang juga terdampak paling parah, otoritas setempat membakar jasad-jasad yang tak dikenali setelah mengumpulkan sampel DNA mereka.

Hal itu dilakukan karena besarnya jumlah korban yang membuat proses identifikasi dan penyimpanan jasad menjadi amat sulit.

Tak sedikit korban banjir di sejumlah distrik yang tidak memiliki tempat layak untuk melangsungkan ritual pemakaman karena banjir bandang menghanyutkan kerabat dan rumah mereka.

Baca Juga :   MOMENTUM Seluruh Insan Adhyaksa Terus Memperkuat Integritas, Profesionalitas serta Komitmen

Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.

Lebih lanjut, personel militer, kepolisian, dan lainnya melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan di kawasan terdampak banjir. Namun, mereka menghadapi kesulitan karena masih terputusnya jalan, pasokan listrik, dan jaringan komunikasi.

Mereka juga terus berupaya mengantarkan bantuan kemanusiaan serta menjaga kebersihan di tempat-tempat pengungsian demi menekan risiko penyakit menular.

Banjir bandang melanda perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus setelah sebuah gletser pada ketinggian 5.200 meter pecah dari Gunung Langtang Lirung di Nepal.

Pecahan gletser itu mengakibatkan longsor es dan bebatuan yang mengalir membawa puing-puing dan menyapu lembah-lembah di perbatasan.

Banjir bandang dan longsor lumpur menghancurkan distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre, kemudian Lembah Kathmandu, serta mengubur titik lintas batas Gyirong di bagian barat daya Kawasan Otonom Xizang atau Tibet. (*/ut)

*) Sumber: Anadolu/Antara

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif
KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku
RAKOR KARHUTLA, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut
PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar
WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak
PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel
KENDALA Penanganan Karhutla di Batola Digali Pasis Sesko TNI
KOBARAN API Hanguskan Empat Rumah, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 22:02

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif

Sabtu, 5 September 2026 - 21:54

KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 22:31

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin

Jumat, 4 September 2026 - 21:56

PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 20:16

WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak

Jumat, 4 September 2026 - 20:06

KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Jumat, 4 September 2026 - 00:54

PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca